kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.888   33,00   0,18%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Mengenal Redenominasi Rupiah: Benarkah Uang Kita Akan “Dipotong” Nolnya?


Selasa, 11 November 2025 / 03:22 WIB
Mengenal Redenominasi Rupiah: Benarkah Uang Kita Akan “Dipotong” Nolnya?
ILUSTRASI. Pemerintah menyiapkan RUU Redenominasi Rupiah untuk efisiensi ekonomi nasional. Simak pengertian, contoh, serta untung-ruginya agar tak salah paham. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Mengutip kajian Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun 2010 melalui laman fiskal.kemenkeu.go.id, kebijakan redenominasi berpotensi membawa beberapa manfaat:

  • Menyederhanakan sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak ekonomi signifikan, sekaligus menghemat biaya cetak uang bagi BI.
  • Membuat rupiah lebih praktis dan efisien dalam transaksi. Nominal besar yang selama ini dianggap merepotkan akan berkurang.

Risiko dan Tantangan Redenominasi

Meski banyak keuntungan, redenominasi juga menyimpan risiko yang perlu diantisipasi:

  • Money illusion atau ilusi nilai uang dapat terjadi. Karena nominal rupiah menjadi kecil, sebagian masyarakat bisa menganggap nilai uang menurun, yang berpotensi memicu inflasi (inflatoir effect). Oleh karena itu, kebijakan ini sebaiknya dijalankan saat inflasi rendah dan kurs rupiah stabil.
  • Disiplin pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan. Jika pengusaha dan pedagang menaikkan harga seenaknya, maka inflasi bisa melonjak, seperti yang pernah dialami Zimbabwe, di mana redenominasi justru memperparah krisis.

Tonton: Ekonom Celios: Redenominasi Butuh 10 Tahun Persiapan, Bukan Tergesa-gesa

Kesimpulan

Redenominasi rupiah bukanlah pemotongan nilai uang, melainkan penyederhanaan nominal agar lebih efisien, mudah dipahami, dan memperkuat citra rupiah.
Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada stabilitas ekonomi, kepercayaan masyarakat, dan kedisiplinan pelaku ekonomi dalam bertransaksi.

Sumber data:

  • Berkas DPR – Info Singkat dan Ekonomi Publik Desember 2012
  • Fiskal Kemenkeu – Kajian Redenominasi Rupiah 2010
  • PMK Nomor 7 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×