kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Mendag Sebut Indonesia Perlu Saling Kerja Sama dalam Hadapi Tantangan Global


Rabu, 02 November 2022 / 13:56 WIB
Mendag Sebut Indonesia Perlu Saling Kerja Sama dalam Hadapi Tantangan Global
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bangga dengan keberhasilan Trade Expo Indonesia ke-37 yang digelar secara luring pada 19?23 Oktober 2022.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seluruh masyarakat Indonesia diharapkan dapat saling bekerja sama dalam mendorong kinerja perdagangan, khususnya saat menghadapi tantangan global saat ini. Perbaikan kinerja perdagangan, baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan luar negeri, akan menopang kinerja perbankan dan begitu juga sebaliknya.

Hal ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat memberikan pidato kunci (keynote speech) Seminar Nasional bertema “Kebijakan Perdagangan, Stabilitas Harga, dan Kondisi Industri Perbankan” yang diselenggarakan Perbanas Institute pada hari ini, Rabu, (2/11).

“Untuk terus mendorong kinerja perdagangan Indonesia kata kuncinya adalah kerja sama. Tantangan berat bagi perekonomian semua negara di dunia dapat dihadapi dengan kerja sama antara seluruh pihak. Tanpa kolaborasi kita akan mengalami kendala. Kerja sama juga diperlukan dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Baca Juga: Pantau Pasar Pon Kranggan Temanggung, Mendag Zulkifli Hasan: Pasokan Bapok Cukup

Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, International Monetary Fund (IMF/Dana Moneter Internasional) telah merilis revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, yaitu pada 2022 diperkirakan hanya tumbuh sebesar 3,2 % dan akan melambat menjadi 2,7 % pada 2023.

Inflasi global juga diperkirakan mencapai 8,8 % akibat kenaikan harga energi dan komoditas pangan. Namun demikian, inflasi diperkirakan menurun dan mencapai 6,5 % pada 2023.

“Di tengah tantangan global, kita patut bersyukur karena ekonomi Indonesia tumbuh 5,44 % YoY pada kuartal II-2022. Neraca Perdagangan Indonesia juga surplus selama 29 bulan berturut-turut. Pada Januari─September 2022, surplus mencapai US$ 39,87 miliar,” tutur Mendag Zulkifli Hasan.

Di dalam negeri, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, harga barang kebutuhan pokok terpantau stabil di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Untuk minyak goreng curah yang menjadi tugas khusus dari Presiden RI, saat ini harganya sudah di bawah harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp13.800 per liter. Selain itu, Minyakita juga sudah tersedia di 34 provinsi termasuk Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat,” imbuhnya.

Mendag Zulkifli Hasan menuturkan, pada Agustus 2022, digitalisasi perdagangan dan keuangan juga menunjukkan peningkatan. Nilai transaksi uang elektronik tumbuh 43,24 % (YoY), volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh 184 % (YoY), serta nilai transaksi bank digital tumbuh 31,40 % (YoY).

Tahun 2022, Kemendag fokus pada program dan kebijakan prioritas untuk penguatan pasar dalam negeri dan peningkatan ekspor nonmigas. Untuk penguatan pasar dalam negeri, Kemendag memprioritaskan stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok untuk mengendalikan inflasi.

Sedangkan untuk peningkatan ekspor nonmigas, Kemendag memprioritaskan penetrasi pasar ekspor nontradisional melalui promosi, misi dagang, dan pembentukan kerja sama perdagangan melalui skema Preferential Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), maupun Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Baca Juga: Wamendag: Trade Expo Indonesia (TEI) Buka Pasar Afrika untuk Produk Indonesia

Misalnya, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, Afrika dengan penduduk lebih dari 1 miliar dan PDB USD2,11 triliun, memiliki potensi perdagangan US$595,9 miliar. Timur Tengah dengan penduduk 485 juta dan PDB US$5,54 triliun, dengan potensi perdagangan US$1 triliun. Sedangkan Asia Selatan dengan jumlah penduduk 1,84 miliar, memiliki PDB US$4,07 triliun, dengan potensi perdagangan US$757,6 miliar.

Selain itu, Kemendag juga baru saja menyelenggarakan pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 secara luring  pada 19--23 Oktober 2022 dengan capaian transaksi sebesar US$ 2,94 miliar.

Di saat bersamaan, Kemendag juga melakukan promosi fesyen muslim melalui Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia pada 2024 sebagai bagian dari visi Indonesia menjadi hub produk halal dunia.

Menutup pidato kunci, Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasinya kepada Perbanas Insititute yang telah menyelenggarakan seminar nasional ini yang menjadi upaya dalam menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor perdagangan dan keuangan.

“Ke depan, Kemendag juga akan membuka lebih banyak lagi kerja sama dengan institusi pendidikan dan perbankan yang dapat mendukung pelaksanaan strategi kebijakan perdagangan untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045,” tutup Mendag Zulkifli Hasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×