kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Memperluas Kontribusi UMKM dalam Sistem Belanja Pemerintah Berbasis Digital


Senin, 04 Agustus 2025 / 23:21 WIB
Memperluas Kontribusi UMKM dalam Sistem Belanja Pemerintah Berbasis Digital
ILUSTRASI. Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dan Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) 2025


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terus memperkuat sinergi antar lembaga guna memperluas kontribusi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam sistem belanja negara berbasis digital. 

Terbaru, LKPP bekerja sama dengan Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menggelar Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dan Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) selama periode 30 Juli–1 Agustus 2025 di Jiexpo Kemayoran.

ICEF-IPFE 2025 menjadi pameran nasional terbesar di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah. Kegiatan ini juga oleh PT Satu Tujuan Event.  Bank BRI dan Bank DKI Jakarta turut berperan sebagai Official Bank Partner.

Pameran ini menempati area seluas 2.700 m² dan diikuti oleh puluhan merek ternama dari berbagai sektor, seperti teknologi informasi, perangkat lunak, otomotif, videotron, interactive smartboard, drone, alat berat, furnitur, serta e-marketplace mitra LKPP yang menyediakan solusi pengadaan barang/jasa. 

Baca Juga: Sri Mulyani Serahkan LKPP Tahun 2024 ke BPK Tepat Waktu

Kepala LKPP RI, Hendrar Prihadi, menegaskan bahwa ICEF-IPFE 2025 menjadi forum strategis untuk memperluas kontribusi UMKM dalam sistem belanja negara berbasis digital.  Menurutnya, digitalisasi merupakan syarat utama agar sinergi dapat terwujud secara cepat dan tepat. 

“Platform katalog versi 6 dan e-marketplace mitra LKPP kami dorong sebagai terobosan untuk mempermudah transaksi pengadaan, khususnya di sektor pemerintah. Untuk sektor swasta, kami siapkan regulasi dan sistemnya,” kata Hendrar dalam keterangannya, Senin (4/8).

Ia juga mengingatkan agar para pejabat pengadaan di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah tidak ragu bertransaksi selama mengikuti ketentuan yang berlaku, terutama melalui skema e-purchasing di e-marketplace mitra LKPP. 

Semakin banyaknya penyedia yang tergabung dalam Lokapasar Mitra LKPP dan Katalog Versi 6 diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih kompetitif, sekaligus memperkuat ekosistem pengadaan nasional berbasis produk dalam negeri.

Baca Juga: Menperin: Perpres Baru Pengadaan Barang & Jasa Pemerintah Prioritaskan TKDN

Ketua Umum IAPI Andi Zabur Rahman menambahkan, IPFE yang sejak 2014 menjadi forum profesional pengadaan, kini semakin kuat dengan dukungan Kadin. Kolaborasi ini ditargetkan mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga 8% melalui penguatan rantai pasok dalam negeri dan peningkatan kapasitas SDM pengadaan.

Salah satu peserta pameran, Mbizmarket—marketplace mitra LKPP RI—turut ambil bagian di booth 032. CEO & Founder Mbizmarket, Ryn Hermawan, menjelaskan bahwa platform ini mempermudah transaksi pengadaan pemerintah secara digital dan transparan, termasuk penelusuran TKDN produk. Mbizmarket juga telah ditunjuk sebagai Wajib Pungut (WAPU) pajak sesuai PMK No. 58/PMK.03/2022, sehingga mempermudah pelaporan pajak bagi penyedia dan pembeli.

“Melalui transformasi digital pengadaan barang/jasa, kini proses transaksi bisa dilakukan lebih mudah dan transparan. Cukup dengan klik di platform Mbizmarket, belanja APBN/APBD dapat dilakukan secara efisien, cepat, dan tepat, melalui penyedia UMKM yang telah tergabung,” jelas Ryn.

ICEF-IPFE 2025 menjadi ajang penting dalam memperkuat komitmen penggunaan PDN, pemberdayaan UMKM dan koperasi, serta mendorong transformasi digital pengadaan menuju kemandirian ekonomi nasional. Dengan program yang komprehensif, acara ini diyakini akan menjadi katalis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×