kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Lagi, BI masih pede pertahankan bunga di 4,25%


Kamis, 19 April 2018 / 20:13 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI-7 day RR) di level 4,25% dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI yang dilaksanakan pada 18-19 April 2018. Ini adalah bulan kedelapan BI menahan bunganya di level ini.

Dengan demikian, deposit facility tetap di level 3,50% dan lending facility tetap di level 5,00% berlaku efektif sejak 20 April tahun ini.

Deputi gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, BI telah memperhitungkan kondisi makro ekonomi global dan domsestik yang terjadi sat ini. Menurutnya, pertumbuhan perekonomian global semakin kuat, meskipun ada beberapa risiko yang perli di cermati

“Inflasi Amerika Serikat diperkirakan lebih tinggi. Pemulihan Amerika cukup cepat, sehingga menggambarkan potensi suku bunga The Fed naik lebih dari tiga kali, tidak sesuai prediksi pada awal tahun,” katanya dalam konferensi pers di Gedung BI, Kamis (19/4).

Selain itu, Kebijakan tersebut konsisten sesuai dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah meningkatnya tekanan eksternal. BI melihat pelonggaran kebijakan moneter yang ditempuh sebelumnya, didukung oleh kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran, masih memadai untuk terus mendorong momentum pemulihan ekonomi domestik.

Meski demikian, sejumlah risiko ekonomi global perlu di waspadai, seperti normalisasi kebijakan monoter dari Bank Senteral Amerika atau pengetatan moneter oleh The Fed, kemungkinan berlanjutnya perang dagang AS-Tiongkok, dan faktor geopolitik di negara timur tengah.

" Untuk itu, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung," jelasnya.

Ke depannya, BI juga semakin memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta memperkuat pelaksanaan reformasi struktural.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×