kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kontribusi Program Kartu Prakerja Terhadap PNBP Capai Rp 263 Miliar


Rabu, 15 Mei 2024 / 20:25 WIB
Kontribusi Program Kartu Prakerja Terhadap PNBP Capai Rp 263 Miliar
ILUSTRASI. Program Kartu Prakerja berkontribusi dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program Kartu Prakerja dinilai bukan hanya mampu memberikan manfaat untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja di Tanah Air, namun juga berkontribusi dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengatakan, program kartu prakerja mampu menghasilkan PNBP yang cukup siginifkan sejak awal berdiri hingga saat ini.

“Selain efisien dalam belanja, Prakerja masih memberikan Penerimaan Negara Bukan Pajak totalnya selama empat tahun senilai Rp 263 miliar atau 35% dari belanja operasional selama 2020-2023,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/5).

Baca Juga: Program Kartu Prakerja Diupayakan Lanjut di Masa Pemerintahan Prabowo – Gibran

Asal tahu saja, di tahun 2023 anggaran program kartu prakerja mencapai Rp 4,3 triliun, yang digunakan untuk program prakerja dan dana operasional untuk Project Manajemen Officer (PMO).

Denni menjelaskan, dana operasional yang digelontorkan dari anggaran prakerja di tahun 2023 hanya sebesar 0,92%. Sementara sisanya atau sebesar 99,08% untuk kegiatan program prakerja.

Perincian dana operasional tersebut di antaranya, biaya teknologi sebesar 39,58%, remunerasi pegawai teknologi 8,71%, remunerasi non-teknologi 18,67%, honor pemantau 1,97%, honor asesor 2,89%, sewa sarana dan prasarana 7,98%, perjalanan dinas (perjadin) dalam negeri 6,39%, perjalanan dinas luar negeri 1,28%.

Baca Juga: Pendaftaran Prakerja Gelombang 67 Buka Hari Ini (3/5), Cek Syarat Daftarnya

Kemudian, marketing komunikasi sebesar 6,66%, penyelenggaraan acara sebesar 4,3%, honor tim, kelompok kerja (pokja), PPK, PPSPM, bendahara 1,09% dan alat tulis kantor (ATK) dan cetak sebesar 0,48%.

“Belanja teknologi ini yang terbesar kami pakai untuk contact center sebesar 41,46%, lalu OTP 32,62%, cloud termasuk liveness 25,19% serta internet dan VPN 0,53%,” kata Denni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×