kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kinerja menteri tak terlihat, pengamat: Perlu reshuffle dalam waktu dekat


Rabu, 04 Maret 2020 / 22:52 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo membuka sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Selasa (11/2). Hadapi kondisi ekonomi global, Jokowi minta kebut belanjai. KONTAN/Abdul Basith


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Reshuffle ini bisa menjadi bentuk ancaman bagi menteri sehingga bisa menampilkan kinerja yang lebih baik. Dalam kabinet yang dipimpin sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah melakukan reshuffle kabinet dalam waktu 10 bulan sejak dia memimpin. Menurut Indria, tidak adanya ancaman reshuffle membuat kinerja menteri menurun.

Memang Indria mengakui, untuk membandingkan kinerja menteri tidak mudah. Namun, kinerja menteri-menteri di Kabinet Kerja dianggap lebih terlihat. "Pokoknya harus ada ancaman reshuffle, baru beres," tambahnya.

Baca Juga: Voice of Indonesia gelar diplomatic forum untuk hormati jasa BJ Habibie bagi pers

Sebelumnya, Istana telah membantah isu adanya perombakan Kabinet Indonesia Maju dalam waktu dekat. Presdien meminta agarsetiap menteri tetap fokus dalam menjalankan tugasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×