Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Upaya mengatasi krisis energi sekaligus persoalan sampah plastik kini memasuki babak baru. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan bahan bakar alternatif bernama Petasol, yang dihasilkan dari pengolahan limbah plastik menggunakan teknologi pirolisis.
Inovasi ini menjadi sorotan karena bukan hanya menawarkan energi pengganti solar, tetapi juga membuka peluang solusi nyata bagi persoalan sampah plastik yang terus meningkat di berbagai daerah.
Mengutip Infopublik.id, Kepala BRIN Arif Satria menyebut Petasol dapat menjadi jawaban terintegrasi untuk tantangan lingkungan sekaligus kebutuhan energi masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan sentra pertanian.
“Petasol merupakan bahan bakar dari limbah plastik yang tidak lagi dapat didaur ulang. Ini menjawab persoalan sampah sekaligus menyediakan energi alternatif,” ujar Arif, Minggu (26/4/2026).
Petasol Diuji Coba di Jepara, Dipakai untuk Perahu Nelayan
BRIN memperkenalkan Petasol melalui uji coba langsung di sektor perikanan di Jepara, Jawa Tengah. Dalam uji tersebut, bahan bakar Petasol digunakan untuk mengoperasikan perahu nelayan.
Hasilnya menunjukkan performa mesin tetap stabil dan dapat bekerja normal. Temuan ini memperkuat potensi Petasol untuk diterapkan secara langsung, terutama pada aktivitas yang bergantung pada solar seperti:
Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Terancam, Perlu Upaya Bersama Menyangga Daya Beli
- perahu nelayan,
- alat pertanian,
- mesin diesel skala kecil-menengah.
Keberhasilan uji coba ini membuka peluang pemanfaatan Petasol sebagai bahan bakar alternatif untuk sektor kelautan dan pertanian, yang selama ini sangat sensitif terhadap fluktuasi harga BBM.
Teknologi Fastpol Gen-5 Mampu Olah Plastik Kotor dan Basah
Petasol diproduksi melalui mesin inovasi BRIN berbasis metode pirolisis Fastpol Gen-5. Teknologi ini diklaim mampu mengolah berbagai jenis plastik yang sulit didaur ulang, seperti:
- LDPE (Low Density Polyethylene),
- HDPE (High Density Polyethylene),
- PP (Polypropylene),
- PS (Polystyrene).
Menariknya, plastik yang diolah tidak harus dalam kondisi bersih. Fastpol Gen-5 tetap mampu memproses limbah plastik meskipun dalam kondisi kotor maupun basah, sehingga cocok diterapkan pada kondisi sampah rumah tangga atau sampah pesisir.
Dengan teknologi tersebut, limbah yang sebelumnya tidak bernilai ekonomi bisa diubah menjadi produk energi bernilai tambah.
Baca Juga: Jabatan Plt di BUMN Meluas, Waspada Ada Hambatan Keputusan Bisnis













