kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kemenhub targetkan penyerapan anggaran capai 90%


Rabu, 11 Desember 2013 / 22:56 WIB
ILUSTRASI. Fasilitas pergudangan produsen tepung olahan gandum, PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU).


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Perhubungan E.E Mangindaan, menargetkan penyerapan anggaran yang berhasil dicapai sampai akhir 2013 akan sekitar 90% dari total anggaran sebesar Rp 35,632 triliun. Ia yakin target tersebut bakal tercapai meskipun sampai dengan November 2013 realisasi penyerapannya baru sebesar 60,19%.

Dengan bisa mencapai 90%, maka persentase penyerapan anggaran Kementerian Perhubungan akan naik sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2011 tercatat sebesar penyerapan anggaran 85,86% dan tahun 2012 sebesar 88,82%.

"Namun apabila dilihat dari jumlah rupiah yang terserap terdapat peningkatan mengingat jumlah total pagu anggarannya juga meningkat," kata E.E Mangindaan Rabu (11/12).

Meskipun terjadi kenaikan jumlah pagu anggaran setiap tahunnya, menurut Mangindaan anggaran yang disediakan pemerintah melalui APBN untuk sektor perhubungan sebenarnya masih jauh dari kebutuhan sesungguhnya.

Tiga tahun terakhir rata rata APBN hanya memenuhi kurang lebih 58% dari kebutuhan anggaran yang diajukan. Seperti pada tahun 2013 ini dari kebutuhan anggaran yang diajukan Rp 55,643 triliun, APBN hanya memenuhi Rp 36,679 triliun (pagu definitif) yang berarti hanya sekitar  65%.

Ketimpangan pembiayaan sektor perhubungan akan semakin terlihat apabila merujuk kebutuhan yang seharusnya dipenuhi untuk pembangunan sektor perhubungan. Dalam kurun waktu 2010 - 2015 untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% per tahun.

Seharusnya dibutuhkan pembiayaan sebesar Rp 1.626 triliun hanya untuk sektor perhubungan. Namun pada kenyataannya APBN diperkirakan hanya mampu memenuhi lebih kurang 7% atau senilai Rp 119,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×