kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Jokowi: Pemindahan Ibukota harus lihat historisnya


Senin, 09 September 2013 / 21:22 WIB
ILUSTRASI. Foto udara kawasan Jembatan Kahayan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (3/1/2022). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/rwa.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ikut menanggapi terkait wacana pemindahan ibukota, seperti yang diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengunjungi Kazakhztan, Sabtu (7/9/2013) lalu.

Menurut Joko Widodo, pemindahan ibukota perlu melihat sisi historis dan juga perlu melakukan kalkulasi terkait apakah hanya memindahkan pusat pemerintahan atau memindahkan Ibukota seutuhnya.

"Kalau historis kan memang ada historisnya. Tapi kalau mau berhitung, berkalkulasi mengenai kepadatan Jakarta ya memang beda soal," ucap pria yang sapaan akrabnya Jokowi ini.

Meski Presiden masih melakukan kalkulasi ketiga opsi yang ada, yakni memindahkan ibukota seutuhnya, atau pusat pemerintahan, atau mengoptimalkan Jakarta, Jokowi berharap pemerintah pusat segera memutuskan mana yang terbaik.

"Kalau memang diputuskan, kami yang disini tentu saja berhitung kembali mengenai perencanaan. Tapi ya kalau diputuskan, segera diputuskan," ucap Jokowi. (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×