kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Jokowi: Pemindahan Ibukota harus lihat historisnya


Senin, 09 September 2013 / 21:22 WIB
ILUSTRASI. Foto udara kawasan Jembatan Kahayan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (3/1/2022). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/rwa.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ikut menanggapi terkait wacana pemindahan ibukota, seperti yang diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengunjungi Kazakhztan, Sabtu (7/9/2013) lalu.

Menurut Joko Widodo, pemindahan ibukota perlu melihat sisi historis dan juga perlu melakukan kalkulasi terkait apakah hanya memindahkan pusat pemerintahan atau memindahkan Ibukota seutuhnya.

"Kalau historis kan memang ada historisnya. Tapi kalau mau berhitung, berkalkulasi mengenai kepadatan Jakarta ya memang beda soal," ucap pria yang sapaan akrabnya Jokowi ini.

Meski Presiden masih melakukan kalkulasi ketiga opsi yang ada, yakni memindahkan ibukota seutuhnya, atau pusat pemerintahan, atau mengoptimalkan Jakarta, Jokowi berharap pemerintah pusat segera memutuskan mana yang terbaik.

"Kalau memang diputuskan, kami yang disini tentu saja berhitung kembali mengenai perencanaan. Tapi ya kalau diputuskan, segera diputuskan," ucap Jokowi. (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×