Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta, serta Bantuan Hari Raya (BHR) untuk pengemudi ojek online, berpotensi menjadi motor penggerak konsumsi rumah tangga menjelang Lebaran 2026.
Pemerintah menyiapkan anggaran THR bagi ASN sekitar Rp55 triliun. Sementara itu, THR untuk pekerja swasta diperkirakan mencapai Rp124 triliun.
Di luar itu, Bantuan Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online diproyeksikan sekitar Rp220 miliar. Dengan demikian, total dana yang beredar di masyarakat melalui skema tersebut berpotensi mencapai Rp179,22 triliun.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Diskon Jalan Tol 30% Lebaran 2026 Hanya 4 Hari
Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo mencatat, besarnya dana yang dikucurkan akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian, khususnya pada kuartal I-2026.
Menurutnya, penyaluran THR dan BHR berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut sebesar 0,3 hingga 0,8 poin persentase.
"Pemberian THR bagi ASN dan pekerja swasta, serta BHR bagi pengemudi ojol berpotensi menjadi katalis positif bagi konsumsi menjelang Lebaran 2026," ujar Banjaran kepada Kontan.co.id, Selasa (3/3/2026).
Secara historis, periode Ramadan dan Lebaran memang menjadi puncak musiman konsumsi domestik, terutama untuk sektor makanan dan minuman, transportasi, ritel, hingga pariwisata.
Tambahan likuiditas dalam jumlah besar diyakini akan memperkuat daya beli masyarakat dalam jangka pendek.
Meski demikian, Banjaran mengingatkan bahwa efektivitas stimulus tersebut sangat bergantung pada stabilitas harga, terutama komoditas pangan.
Baca Juga: Kabar Gembira! THR Sudah Cair, Gaji ke-13 ASN Menyusul Juni 2026
Kenaikan harga sejumlah bahan pokok mulai terlihat seiring siklus Ramadan. Namun sejauh ini, tekanan tersebut dinilai masih dalam batas relatif terkendali.
Ia menekankan pentingnya pengendalian inflasi agar tambahan pendapatan yang diterima masyarakat tidak tergerus lonjakan harga.
"Penting untuk tetap mencermati perkembangan inflasi agar stimulus yang diberikan benar-benar efektif memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
Jika stabilitas harga terjaga, injeksi likuiditas menjelang Lebaran berpotensi menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada awal tahun, di tengah tantangan global yang masih membayangi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













