kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Minyak Dunia Tembus US$80, Purbaya: APBN Masih Aman!


Selasa, 03 Maret 2026 / 20:34 WIB
Minyak Dunia Tembus US$80, Purbaya: APBN Masih Aman!


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kenaikan harga minyak dunia karena perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak akan mengganggu keuangan negara.

Purbaya mengaku APBN masih bisa mengakomodasi kenaikan harga minyak dunia yang telah mencapai US$ 80 per barel.

“Bahkan saya hitung kalau sampai ke US$ 92 per barel pun kita masih bisa kendalikan anggarannya, jadi tak masalah," kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Selasa (3/3/2026).

Purbaya juga memastikan telah menyiapkan strategi jika harga minyak dunia naik lebih tinggi lagi. Salah satunya dengan memastikan tidak ada kebocoran dari pajak yang dikumpulkan.

Baca Juga: Konflik Iran–Israel Memanas, DPR Minta APBN 2026 Siapkan Skenario Darurat

“Jadi bisa kurangi tekanan ke defisit. Kalau sudah bagus nanti kita lihat dampaknya seperti apa baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan,” ungkapnya.

Dengan asumsi itu, Purbaya meyakini bahwa potensi defisit imbas dari perang ini dapat dikendalikan.

“Kalaupun globalnya (harga minyak) di atas, selama kita bisa jaga domestik demand yang 90% kontribusinya ke ekonomi kita, juga masih bisa survive,” ungkap Purbaya.

Harga komoditas energi mengawali pekan dengan penguatan. Kondisi ini menyusul konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga: Bonus Hari Raya Ojol 2026 Capai Rp 220 Miliar, Berapa yang Diterima Setiap Mitra?

Penutupan Selat Hormuz dan pembatasan kapal komersial di kawasan tersebut dinilai berpotensi mengganggu jalur perdagangan global, serta memicu lonjakan permintaan komoditas energi seperti minyak mentah dan gas alam.

Melansir Trading Economics pada Selasa (3/3) pukul 12.00 WIB, harga minyak mentah WTI berada di level US$ 72,6 per barel atau naik 11,38% dalam sebulan dan 26,36% YTD.

Adapun harga gas alam juga kembali menembus level US$ 3,0 per MMBtu setelah sempat menurun ke US$ 2,8 pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×