kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.522   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi pangkas biaya perjalanan dinas Rp 16 T


Senin, 24 November 2014 / 14:47 WIB
ILUSTRASI. Final Liga Champion 2023 Manchester City Vs Inter Milan


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

BOGOR. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan penghematan besar-besaran anggaran perjalanan dinas. Penghematan dilakukan karena anggaran perjalanan dinas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2014 terlalu besar, yaitu Rp 41 triliun.

Untuk APBN-P tahun 2015, rencananya Jokowi akan memangkas hingga Rp 16 triliun. Dengan begitu, anggaran perjalanan dinas dalam APBN-P 2015 hanya sebesar Rp 25 triliun. "Itu anggaran perjalanan dinas yang terpakai hingga hari ini," ujarnya, Senin (24/11) di Istana Bogor.

Hal itu disampaikan Jokowi di sela-sela acara pertemuan dengan para gubernur dari seluruh Indonesia. Menurutnya, anggaran lebihnya sebesar Rp 16 triliun akan diberikan ke pemerintah provinsi.

Rencananya, pemerintah akan menyampaikan APBN-P 2015 pada bulan Januari nanti. Dalam APBN-P itu akan mengakomodir sejumlah perubahan yang disebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Dalam pertemuan itu salah satu perwakilan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Syahrul Yasin Limpo meminta Jokowi membuat program baru, yaitu pemberian alokasi langsung ke setiap provinsi dana sebesar Rp 1 triliun.

Namun Jokowi menilai pemberian dana bantuan itu harus dihitung lebih dahulu, sehingga kebutuhan disesuaikan dengan proporsi dan cangkupan tiap provinsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×