kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investment grade, hemat bunga utang capai Rp 6 T


Senin, 04 September 2017 / 22:38 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai utang pemerintah pusat sampai akhir Juli 2017 telah mencapai angka Rp 3.779,98 triliun. Jumlah itu naik Rp 73,47 triliun dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 3.706,52 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ada penghematan beban bunga utang hingga Rp 6 triliun akibat peringkat layak investasi (investment grade) dari tiga lembaga pemeringkat utama dunia, yaitu Fitch Ratings, dan Moody's, dan Standard and Poor's (S&P), yang telah membuat imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) menjadi semakin rendah.

Ia mengatakan, setelah Indonesia memperoleh peringkat layak investasi, pengelola invetasi (investment fund) di negara lain bisa masuk ke Indonesia. Hal ini membuat pemerintah bisa menekan yield.

"Maka dengan investment grade dan suplai investasi yang masuk maka kami tekan imbal hasil SUN," kata dia saat Rapat Kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/9).

Sri Mulyani menyebutkan, untuk SUN berdenonimasi valuta asing (valas) tenor 10 tahun, yield turun 0,21%. Sementara, yang bertenor 30 tahun turun 0,26%. SUN berdenominasi rupiah juga mengalami penurunan.

Yield SUN rupiah yang bertenor lima tahun turun 0,5%, bertenor 10 tahun turun 0,3%, bertenor 15 tahun turun hampir 0,7%, dan bertenor 20 tahun turun 0,73%. Dengan penurunan yield tersebut, maka penghematan bunga utang mencapai Rp 6 triliun.

"Artinya untuk investor domestik kami dapat (berhemat) Rp 2,7 triliun per tahun. Kalau SBN valas (turun) 20 basis poin (bps) maka sekitar US$ 250 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun sampai Rp 3 triliun,” kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×