kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.976   84,00   0,47%
  • IDX 5.896   -204,86   -3,36%
  • KOMPAS100 768   -27,83   -3,50%
  • LQ45 581   -17,43   -2,91%
  • ISSI 204   -7,32   -3,46%
  • IDX30 329   -9,33   -2,76%
  • IDXHIDIV20 403   -9,08   -2,20%
  • IDX80 87   -3,11   -3,45%
  • IDXV30 109   -2,02   -1,82%
  • IDXQ30 105   -2,37   -2,20%

Perbaikan credit rating untuk turunkan bunga utang


Senin, 04 September 2017 / 22:34 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai utang pemerintah pusat sampai akhir Juli 2017 telah mencapai angka Rp 3.779,98 triliun. Jumlah itu naik Rp 73,47 triliun dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 3.706,52 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sebagai langkah dari menurunkan biaya pinjaman, pihaknya memiliki strategi upsize penerbitan surat perbendaharaan negara / SPN 3 bulan dari yang sebelumnya Rp 2 triliun per lelang menjadi Rp 5 triliun per lelang.

“Pertimbangannya untuk meningkatkan likuiditas pasar SBN jangka pendek sehingga tingkat bunga diharapkan menurun,” katanya di gedung DPR RI, Senin (4/9).

Ekonom Indef Bhima Yudhistira melihat, kurang signifikan untuk pangkas bunga utang kalau hanya lewat upsize karena hanya memotong beban operasional penerbitan seperti fee untuk kredit rating, fee untuk institusi penerbit, dan sebagainya.

Menurutnya, faktor utama mahalnya bunga utang Pemerintah lebih dikaitkan dengan kemampuan bayar, “Kondisi politik, pengaruh risiko eksternal dan kredibilitas fiskal. Itu yang tercermin dari kredit rating,” katanya kepada KONTAN.

Untuk itu, menurut Bhima, sebaiknya yang difokuskan adalah perbaikan credit rating secara bertahap untuk turunkan bunga utang.

Pemerintah sendiri mencatat, rata-rata tertimbang imbal hasil lelang penerbitan (pasar primer) SPN 3 bulan telah mengalami penurunan dari 5,7% pada tahun 2016 menjadi 5% pada tahun 2017. Imbal hasil penerbitan SPBN 3 bulan digunakan sebagai reference rate Obligasi Negara bersuku bunga mengambang (ON-VR), sehingga penurunan tersebut akan mengurangi beban bunga tahun berjalan.

“Upsize SPN 3 bulan ini diharapkan menjadi suku bunga acuan risk free assets yang kredibel,” ucap Sri Mulyani. Strategi ini juga mendukung Bank Indonesia dalam melakukan operasi moneter. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×