kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Investasi lampaui target tapi baru serap 1 juta pekerja, apa kata ekonom?


Rabu, 29 Januari 2020 / 21:20 WIB
ILUSTRASI. Ribuan buruh pulang kerja di salah satu pabrik di Jalan Kiaracondong, Kota Bandung, Sabtu (29/4/2017).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi yang masuk ke Indonesia di sepanjang tahun 2019 tercatat sebesar Rp 809,6 triliun. Capaian tersebut melampaui target investasi tahun 2019 yang sebesar Rp 792 triliun. Namun kenaikan investasi itu hanya mampu menyerap 1,03 juta tenaga kerja.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan penyerapan jumlah tenaga kerja tersebut memang belum bisa menkaver jumlah angkatan kerja yang ada di Indonesia dan nantinya ini akan berpengaruh pada perekonomian domestik.

Baca Juga: Pengalihan wewenang pemberian insentif fiskal ke BKPM percepat prosedur investasi

Lana mengasumsikan orang-orang di luar jumlah tenaga kerja yang terserap dari investasi di tahun 2019 sebagai orang-orang yang bekerja di sektor informal.

Menurutnya, kalau semakin banyak orang yang bekerja di sektor informal, maka ketidakpastian pendapatan inilah yang menyebabkan adanya perbedaan daya beli.

"Maka orang-orang yang dalam sektor informal tersebut akan menunda belanja, sampai dia merasa yakin pendapatannya aman. Maka ini memunculkan ketidakpastian konsumsi yang nantinya akan berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi, secara konsumsi penopang ekonomi domestik kita," terang Lana pada Kontan.co.id, Rabu (29/1).

Baca Juga: Sri Mulyani melihat AS masih menjadi sumber ketidakpastian ekonomi di 2020 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×