kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.706   30,00   0,17%
  • IDX 6.101   -217,90   -3,45%
  • KOMPAS100 805   -27,70   -3,33%
  • LQ45 617   -13,89   -2,20%
  • ISSI 215   -10,26   -4,56%
  • IDX30 353   -7,04   -1,95%
  • IDXHIDIV20 441   -7,35   -1,64%
  • IDX80 93   -2,93   -3,06%
  • IDXV30 122   -2,42   -1,95%
  • IDXQ30 116   -1,99   -1,69%

IHSG Terkoreksi usai Pembentukan Badan Ekspor, Ini Penjelasan Purbaya


Kamis, 21 Mei 2026 / 13:23 WIB
IHSG Terkoreksi usai Pembentukan Badan Ekspor, Ini Penjelasan Purbaya
ILUSTRASI. APBN defisit Rp164,4 triliun April 2026 (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait ambrolnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini, Kamis (21/5/2026).

Ambrolnya IHSG sebesar 2% tersebut dikaitkan publik seiring hadirnya BUMN khusus pengelola ekspor, yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI).

Purbaya menilai pelemahan IHSG usai pembentukan DSI dipicu oleh ketidakpastian pelaku pasar terhadap dampak kebijakan baru tersebut. Namun, ia optimistis pasar akan berbalik menguat setelah investor memahami manfaat kebijakan itu bagi kinerja perusahaan.

Baca Juga: Purbaya Buka Opsi Pencopotan Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

"Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut jual dulu. Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya apa, harganya (IHSG) akan naik," kata Purbaya kepada awak media di Kemenko Perekonomian, Kamis (21/5).

Menurut Purbaya, keberadaan DSI justru akan memperbaiki transparansi transaksi perdagangan luar negeri, terutama dengan menutup celah praktik under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Ia menjelaskan, selama ini sebagian keuntungan dari praktik tersebut berpotensi dinikmati oleh pemilik perusahaan melalui entitas di luar negeri. Dengan mekanisme baru, keuntungan dinilai akan lebih tercermin langsung dalam laporan penjualan perusahaan.

"Under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu. Jadi yang tadi biasanya jadi uang jadi mainnya oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan. Sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni," katanya.

Purbaya menilai kondisi itu justru akan menguntungkan perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal karena laba yang dilaporkan menjadi lebih besar dan transparan. Dampaknya, valuasi emiten diperkirakan ikut terdongkrak dalam jangka menengah.

"Perusahaannya juga akan untung. Jadi harusnya bisa double untungnya yang tercatat di bursa dan dilaporkan. Harusnya ini akan meningkatkan valuasi perusahaan-perusahaan itu di bursa," ujarnya.

Ia pun memperkirakan IHSG akan kembali menguat secara bertahap setelah pelaku pasar memahami arah dan manfaat kebijakan tersebut.

"Pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan," kata Purbaya.

Baca Juga: Dirjen Pajak Ungkap Ada 722 Grup Perusahaan Terdampak Pajak Minimum Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×