kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Purbaya Kantongi Nama 10 Perusahaan Ekspor CPO yang Lakukan Manipulasi Harga


Kamis, 21 Mei 2026 / 15:50 WIB
Purbaya Kantongi Nama 10 Perusahaan Ekspor CPO yang Lakukan Manipulasi Harga
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi harga ekspor-impor yang dilakukan 10 perusahaan. (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi harga ekspor-impor yang dilakukan 10 perusahaan crude palm oil (CPO) untuk menaikkan nilai transaksi.

Menurutnya, selisih harga antara nilai ekspor dari Indonesia dan nilai impor di negara tujuan, khususnya Amerika Serikat, mencapai puluhan hingga ratusan persen.

Purbaya mengatakan praktik tersebut membuat perusahaan di Indonesia tampak merugi karena nilai ekspor yang dicatat jauh lebih rendah dibanding harga barang saat masuk ke negara tujuan. 

Baca Juga: Mendag Siapkan Aturan Teknis Ekspor SDA Lewat BUMN, Target Aturan Rampung Hari Ini

Ia kemudian membeberkan contoh salah satu perusahaan yang menurutnya menunjukkan selisih harga signifikan. 

Dalam catatannya, nilai barang yang dikirim dari Indonesia tercatat sekitar US$ 2,6 juta, sementara nilai impornya di Amerika Serikat mencapai US$ 4,2 juta.

Purbaya juga mengungkap contoh lain dengan disparitas harga yang lebih besar. Dalam kasus tersebut, nilai ekspor dari Indonesia tercatat sekitar US$ 1,44 juta, sedangkan nilai impor di negara tujuan mencapai US$ 4,4 juta.

"Perubahan harganya itu 200%. Itu mereka enggak sadar kita bisa deteksi kapal per kapal,” ujar dian di Istana Kepresidenan Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: BI Diprediksi Berpeluang Mengerek BI Rate 0,5% pada Sisa Tahun 2026, Ini Pemicunya

Meski demikian, Purbaya enggan menyebut identitas perusahaan yang dimaksud. 

Ia hanya menegaskan temuan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah dan siap dilaporkan lebih lanjut kepada Presiden Prabowo Subianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×