kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Integrasi SiMoDIS, BI bisa terima data DHE lebih cepat


Jumat, 27 Desember 2019 / 13:51 WIB
ILUSTRASI. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Herlina Kartika Dewi

Ia menjelaskan, SiMoDIS memungkinkan BI untuk memperoleh data arus barang ekspor impor yang selama ini dicatatkan oleh DJBC. Hanya dalam hitungan satu hari (H+1), data tersebut sudah masuk ke sistem BI dan dapat langsung diperbandingkan dengan data keuangan yang sudah ada. 

Dengan begitu, SiMoDIS mendorong efektivitas dan efisiensi pelaporan transaksi ekspor impor melalui teknologi informasi lantaran mengurangi  time-lag rekonsiliasi data ekspor impor dengan data DHE dan DPI serta mengurangi beban pelaporan. 

Selain itu, kata Destry,  SiMoDIS juga dapat menghasilkan data yang lebih berkualitas lantaran sistem monitoring menganut prinsip  counter-checking. 

“Artinya ada pemeriksaan secara otomatis dulu oleh sistem, kemudian ditindaklanjuti lagi secara langsung sehingga dapat menekan risiko operasional juga,” jelasnya. 

Baca Juga: BI sempurnakan aturan untuk tingkatkan efektivitas DHE, ini tanggapan ekonom

Terakhir, integrasi data melalui SiMoDIS juga mendukung analisis pertumbuhan perekonomian yang dilakukan BI terkait dengan kondisi defisit transaksi berjalan (CAD), neraca perdagangan, dan utang luar negeri. 

“Akurasi data transaksi devisa hasil ekspor dan impor yang lebih baik tentu penting agar upaya pengelolaan CAD lebih optimal dan kami saat membuat kebijakan juga bisa lebih tepat,” tandas Destry. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×