kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ini tiga alasan pemerintah menunda kenaikan harga BBM jenis premium

Kamis, 11 Oktober 2018 / 15:54 WIB

Ini tiga alasan pemerintah menunda kenaikan harga BBM jenis premium
ILUSTRASI. Menteri BUMN Rini Soemarno



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. Pemerintah sempat galau. Pasalnya satu jam setelah pengumuman kenaikan bahan bakar jenis premium, pemerintah kembali mencabut rencana kenaikan harga premium ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, ada tiga pertimbangan pembatalan kenaikan harga premium ini. “Yakni, pertimbangan daya beli masyarkat, inflasi dan kompetitor yang sudah menaikkan harga jual BBM-nya,” kata Rini ketika ditemui di acara Annual Meeting IMF, Nusa Dua Bali, Kamis (11/10).


Beberapa pertimbangan ini, menurut Rini sudah dibahas juga oleh presiden dan menteri ekonomi terkait. 

Meski begitu, Rini bilang saat ini kondisi keuangan Pertamina cukup baik. Dengan ditundanya kenaikan BBM jenis premium ini tak terlalu banyak berpengaruh ke kondisi keuangan Pertamina.

Menurut Rini, meski harga BBM jenis premium tidak jadi naik, namun pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo dan Dexlite. Kenaikan ini beragam tapi rata-rata Rp 450 per liter.

Ke depan pemerintah ingin mengembangkan sumber energi alternatif seperti CPO. Pemerintah juga telah bekerjasama dengan perusahaan Italia untuk membuat BBM dengan 100% bahan baku dari CPO.

Dengan penggunaan energi terbarukan ini diharapkan bisa menurunkan impor BBM dan memberikan energi bersih.

Reporter: Galvan Yudistira
Editor: Herlina Kartika

BBM

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0862 || diagnostic_web = 0.3909

Close [X]
×