Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.548
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS660.000 0,61%

BBM naik, Indef perkirakan inflasi 2018 bisa menyentuh 3,7%

Kamis, 11 Oktober 2018 / 14:53 WIB

BBM naik, Indef perkirakan inflasi 2018 bisa menyentuh 3,7%
ILUSTRASI. Harga Pertamax

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah baru saja menaikkan harga beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertamax series, dex series, serta biosolar non subsidi.

Bhima Yudhistira Adhinegara, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan kenaikan harga BBM non subsidi ini bisa mengerek inflasi. Hingga akhir tahun, ia memperkirakan inflasi bisa bertengger sekitar 3,5%-3,7%. 


Sementara, perkiraan sementara inflasi di Oktober akan sebesar 0,1%-0,15%. Inflasi pada Oktober ini diperkirakan mulai naik karena ada penyesuaian harga BBM non subsidi.

"(Inflasi) November dan Desembernya akan tinggi. Ada faktor seasonal natal dan tahun baru dimana permintaan barang biasanya naik, kemudian imported inflation mulai terasa akhir tahun dan BBM non subsidi tidak menutup kemungkinan kembali disesuaikan dua bulan terakhir," ujar Bhima kepada Kontan.co.id, Kamis (11/10).

Menurut Bhima, penyesuaian harga BBM khususnya BBM non subsidi akan berpengaruh besar ke pengeluaran masyarakat kelas menengah di perkotaan. Adanya kenaikan ini menyebabkan tarif angkutan naik, biaya produksi bahan kebutuhan pokok naik, yang akhirnya mengikis daya beli masyarakat.

Dia menambahkan, jika inflasi mulai naik ditambah imported inflation akibat pelemahan kurs rupiah, masyarakat akan menahan belanja kebutuhan lainnya. "Konsumsi rumah tangga terancam melambat di bawah 5%, pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan maksimum 5,1% tahun ini," tutur Bhima.

Menurutnya, sektor usaha yang akan terkena dampak langsung adalah ritel fast moving consumer goods (FMCG) skala menengah besar, grosir barang elektronik, dan industri kendaraan baik mobil dan motor. Pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor akan alami penurunan karena masyarakat memilih untuk menghemat BBM. Bhima melihat, outlook otomotif hingga 2019 masih belum positif.

Bhima menjelaskan, kenaikan harga BBM inijuga  akan berpengaruh ke defisit transaksi berjalan (CAD). Tetapi masih ada jeda (lag). Indef memperkirakan, CAD hingga akhir tahun berkisar 3% dari PDB. "Bahkan, melihat defisit migas melebar bisa 3,1% (dari PDB)," ujar Bhima.

Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0078 || diagnostic_api_kanan = 1.0783 || diagnostic_web = 5.1573

Close [X]
×