kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Jika Perang Dunia 3 Pecah, Indonesia Disebut Aman, Apa Alasannya?


Rabu, 04 Maret 2026 / 03:52 WIB
Jika Perang Dunia 3 Pecah, Indonesia Disebut Aman, Apa Alasannya?


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Indonesia masuk ke dalam jajaran negara paling aman jika Perang Dunia 3 meletus.

Kekhawatiran meletusnya Perang Dunia 3 muncul setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Serangan udara yang dilakukan sebagai langkah pencegahan upaya Iran mengembangkan senjata nuklir itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, sejumlah jenderal bintang empat, menteri, hingga mantan presiden serta tokoh penting lainnya menjadi korban.

Insiden tersebut memperburuk situasi politik dan keamanan di negeri Iran.

Iran sendiri memutuskan untuk melancarkan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Misalnya, Markas Armada Ke-5 Angkatan Laut AS di Bahrain.

Serangan juga dilakukan di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Irak.

Lantas, mengapa Indonesia menjadi salah satu negara yang aman jika Perang Dunia 3 meletus?

Baca Juga: Minyak Dunia Tembus US$80, Purbaya: APBN Masih Aman!

Alasan Indonesia jadi negara paling aman jika Perang Dunia 3 meletus

Dilansir dari The Economic Times, Indonesia menjadi negara teraman saat Perang Dunia 3 meletus.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Indonesia menjadi negara paling aman jika Perang Dunia 3 meletus menurut pakar:

1. Prinsip Bebas Aktif Indonesia

Indonesia menganut kebijakan luar negeri "bebas dan aktif". Sejarah mencatat, konsep tersebut dicetuskan oleh Presiden Pertama Indonesia, Ir Soekarno.

Bebas artinya, Indonesia berhak menentukan sikap tanpa terikat pada blok manapun. Sedangkan aktif memiliki arti bahwa Indonesia akan berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.

Sejak awal kemerdekaan hingga saat ini, prinsip politik luar negeri bebas aktif menjadi landasan bagi Indonesia dalam menjalin kerja sama dengan negara lain dengan tujuan yang sama-sama menguntungkan di berbagai aspek baik ekonomi, pertahanan, pendidikan, hingga pendidikan dan teknologi.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah tak memungkiri bahwa kebijakan bebas dan aktif membuat Indonesia masuk ke dalam jajaran negara paling aman jika Perang Dunia 3 terjadi.

"Saya yakin itu salah satu (alasanya), karena konstitusi Indonesia ini bebas aktif jadi Indonesia tidak pernah ngeblok," kata dia, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon pada Senin (2/3/2026).

Baca Juga: Bonus Hari Raya Ojol 2026 Capai Rp 220 Miliar, Berapa yang Diterima Setiap Mitra?




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×