kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Ingin jadi CPNS, pegawai honorer tetap harus ikut tes seleksi


Senin, 23 Juli 2018 / 14:53 WIB
ILUSTRASI. Airin Rachmi Diany


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Para walikota seluruh Indonesia dikumpulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (23/7). Dalam kesempatan tersebut, para walikota melaporkan soal kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan persoalan pegawai honorer kategori 2 (K2) yang sampai saat ini belum terselesaikan sepenuhnya.

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) mengatakan, permasalahan pegawai honorer K2 ini memang sudah berlarut-larut dari tahun ke tahun. Setelah berbincang dengan Presiden Jokowi tadi, Airin mengatakan, bagi tenaga honorer K2 tetap harus melalui tes seleksi untuk menjadi CPNS meskipun sudah mengabdi selama puluhan tahun.

" Ada permintaan para walikota bahwa sudah diseleksi berkali-kali tapi tidak lulus ya tapi kan mereka sudah mengabdi puluhan tahun dan yang lainnya. Tapi Presiden tetap sampaikan harus ada seleksi. Tapi mudah-mudahan bisa diselesaikan," jelas Airin saat ditemui di di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Senin (23/7).

Sementara untuk seleksi CPNS sendiri yang akan dibuka pemerintah, Airin meminta nanti akan ada penerimaan yang besar. Ini mengingat di Tangerang Selatan ada hampir 400 lebih orang akan pensiun. Adapun profesi yang dibutuhkan seperti dokter, perawat, dan insinyur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×