kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Inflasi Terus Melandai, BI Tak Perlu Menaikkan Suku Bunga


Rabu, 02 Agustus 2023 / 10:30 WIB
Inflasi Terus Melandai, BI Tak Perlu Menaikkan Suku Bunga


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri meyakini, inflasi akan tetap berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2% yoy hingga 4% yoy, hingga akhir tahun 2023.

Ekonom Senior Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan, inflasi tahun 2023 akan bergerak di kisaran 3,60% yoy.

Meski demikian, ia membuka opsi ada kemungkinan inflasi mencapai sekitar 3% yoy pada akhir tahun 2023 dengan kondisi tertentu.

"Dengan catatan, bila pemerintah bisa mengelola harga dan pasokan pangan secara efektif dan berhasil," terang Faisal kepada Kontan.co.id, Selasa (1/8).

Baca Juga: Inflasi Diproyeksi Menuju di Bawah 3%, Sejumlah Hal Ini Perlu Diwaspadai

Dengan kondisi inflasi yang terkendali, Faisal tak melihat ruang peningkatan suku bunga acuan oleh BI. Meski, bank-bank sentral utama global masih menerapkan kebijakan moneter ketat.

Dengan demikian, suku bunga acuan akan bergerak pada kisaran 5,75% hingga sisa tahun 2023.

Pun Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengungkapkan, dengan inflasi yang terkendali, BI bisa mengarahkan fokusnya pada stabilisasi nilai tukar rupiah.

"BI bisa menjadikan pergerakan Rupiah sebagai fokus utama arah kebijakan moneter," tandas Faiz.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×