kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Inflasi Terus Melandai, BI Tak Perlu Menaikkan Suku Bunga


Rabu, 02 Agustus 2023 / 10:30 WIB
Inflasi Terus Melandai, BI Tak Perlu Menaikkan Suku Bunga


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri meyakini, inflasi akan tetap berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2% yoy hingga 4% yoy, hingga akhir tahun 2023.

Ekonom Senior Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan, inflasi tahun 2023 akan bergerak di kisaran 3,60% yoy.

Meski demikian, ia membuka opsi ada kemungkinan inflasi mencapai sekitar 3% yoy pada akhir tahun 2023 dengan kondisi tertentu.

"Dengan catatan, bila pemerintah bisa mengelola harga dan pasokan pangan secara efektif dan berhasil," terang Faisal kepada Kontan.co.id, Selasa (1/8).

Baca Juga: Inflasi Diproyeksi Menuju di Bawah 3%, Sejumlah Hal Ini Perlu Diwaspadai

Dengan kondisi inflasi yang terkendali, Faisal tak melihat ruang peningkatan suku bunga acuan oleh BI. Meski, bank-bank sentral utama global masih menerapkan kebijakan moneter ketat.

Dengan demikian, suku bunga acuan akan bergerak pada kisaran 5,75% hingga sisa tahun 2023.

Pun Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengungkapkan, dengan inflasi yang terkendali, BI bisa mengarahkan fokusnya pada stabilisasi nilai tukar rupiah.

"BI bisa menjadikan pergerakan Rupiah sebagai fokus utama arah kebijakan moneter," tandas Faiz.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×