kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.880   21,00   0,12%
  • IDX 6.220   92,34   1,51%
  • KOMPAS100 827   19,85   2,46%
  • LQ45 621   9,80   1,60%
  • ISSI 216   0,73   0,34%
  • IDX30 351   3,64   1,05%
  • IDXHIDIV20 429   2,47   0,58%
  • IDX80 94   1,47   1,58%
  • IDXV30 118   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 113   0,92   0,82%

BGN Jajaki Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa Sekolah Indonesia di Jeddah


Selasa, 02 Juni 2026 / 10:48 WIB
BGN Jajaki Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa Sekolah Indonesia di Jeddah
ILUSTRASI. Logo BGN (BGN/BGN)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi. Sekolah yang menampung lebih dari seribu anak Indonesia, mayoritas putra-putri pekerja migran, berpotensi menjadi lokasi percontohan pertama MBG di luar negeri.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, kunjungannya ke Sekolah Indonesia Jeddah dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus menyerap aspirasi dari siswa, orang tua, dan pihak sekolah terkait kemungkinan penerapan MBG.

“Di Sekolah Indonesia Jeddah ada sekitar 1.081 siswa. saya kira ini program yang bagus karena bisa membuat anak-anak pekerja migran itu punya harapan masa depan,” kata Dadan di Jeddah, Minggu (1/6/2026).

Baca Juga: Arab Saudi Perketat Jadwal Haji 2027, AMPHURI Minta Pelunasan Dipercepat

Menurut Dadan, antusiasme masyarakat Indonesia di Jeddah terhadap program MBG sangat tinggi. Hal itu terlihat dari sambutan yang diberikan saat dirinya berkunjung ke sekolah tersebut meski berlangsung pada hari libur.

Ia menyebut sekitar 100 orang hadir menyambut kedatangannya, termasuk puluhan ibu-ibu yang datang untuk menyampaikan harapan agar anak-anak mereka juga bisa merasakan manfaat program MBG seperti yang sudah berjalan di Indonesia.

“Mereka sangat antusias. Bayangkan hari Minggu, hari libur, mereka tetap datang ke sekolah dan menyambut dengan meriah. Mereka ingin anak-anak di Sekolah Indonesia juga mendapatkan program yang sama,” ujarnya.

Dadan mengatakan masyarakat Indonesia di Arab Saudi juga mengikuti perkembangan pelaksanaan MBG di Tanah Air. Karena itu, muncul aspirasi agar program tersebut dapat diperluas hingga menjangkau anak-anak WNI yang bersekolah di luar negeri.

“Mereka cukup well informed dengan informasi terkait MBG di Indonesia. Mereka merasa sebagai warga negara Indonesia memiliki hak yang sama dan berharap program ini juga hadir di sekolah Indonesia di sini,” katanya.

Hasil peninjauan tersebut, lanjut Dadan, akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden untuk dibahas lebih lanjut. Jika mendapatkan persetujuan, Sekolah Indonesia Jeddah berpeluang menjadi pilot project pelaksanaan MBG pertama di luar negeri.

Baca Juga: Begini Nasib Barang Bawaan Jemaah Haji yang Tak Sesuai Ketentuan di Koper

“Kalau nanti memungkinkan dan disetujui, ini bisa menjadi percontohan pertama. Tapi saya akan laporkan dulu kepada Presiden,” imbuhnya.

Selain Sekolah Indonesia Jeddah, Dadan menyebut Arab Saudi juga memiliki Sekolah Indonesia di Makkah dengan jumlah siswa sekitar 400 orang. Namun dalam kunjungan kali ini, peninjauan difokuskan di Jeddah yang memiliki jumlah siswa lebih besar.

Terkait pelaksanaannya, Dadan menjelaskan mekanisme MBG di Jeddah nantinya akan disesuaikan dengan skema di Indonesia. Penyediaan makanan akan dilakukan melalui satuan pelayanan pemenuhan gizi dengan menggandeng mitra yang mampu menyiapkan makanan bagi para siswa.

Menu yang disajikan nantinya juga akan menyesuaikan dengan kondisi lokal dan ketersediaan bahan baku di Arab Saudi.

“Prinsipnya sama seperti di Indonesia. Nanti ada mitra yang menyiapkan satuan pelayanan pemenuhan gizi, lalu makanan diberikan kepada siswa di sekolah. Menunya tentu disesuaikan dengan bahan baku lokal yang tersedia di sini,” jelas Dadan.

Ia menambahkan, jika program ini direalisasikan, pelaksanaannya akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta kementerian yang membidangi perlindungan pekerja migran Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×