kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.862   3,00   0,02%
  • IDX 6.219   91,48   1,49%
  • KOMPAS100 827   19,90   2,46%
  • LQ45 620   9,21   1,51%
  • ISSI 216   0,74   0,34%
  • IDX30 351   3,11   0,89%
  • IDXHIDIV20 428   1,50   0,35%
  • IDX80 94   1,40   1,51%
  • IDXV30 118   -0,28   -0,24%
  • IDXQ30 112   0,74   0,67%

BPS: Inflasi Mei 2026 Capai 0,28%, Harga Pangan dan BBM Jadi Biang Kerok


Selasa, 02 Juni 2026 / 11:40 WIB
BPS: Inflasi Mei 2026 Capai 0,28%, Harga Pangan dan BBM Jadi Biang Kerok
ILUSTRASI. Harga BBM picu inflasi Mei 2026 yang capai 0,28%


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Laju inflasi pada Mei 2026 kembali meningkat dibanding bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,28% secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026. Realisasi itu lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2026 yang sebesar 0,13%.

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 3,08%. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/ytd) mencapai 1,35% per Mei 2026.

"Pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,28% secara bulanan atau month to month, atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026," ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: BPS: Inflasi Tahunan Melonjak Jadi 3,08% per Mei 2026

Lebih lanjut Pudji mengatakan, kenaikan inflasi tersebut terutama didorong oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah, meskipun tekanan harga pasca Ramadan dan Idulfitri mulai berangsur normal.

BPS mencatat, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan tingkat inflasi 0,39% dan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,12%.

Komoditas yang paling dominan mendorong inflasi pada kelompok tersebut adalah cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,08%. Selanjutnya, minyak goreng dan bawang merah masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,04%.

Selain itu, tomat memberikan andil inflasi sebesar 0,03%, sedangkan beras menyumbang inflasi sebesar 0,02%.

Tidak hanya dari kelompok pangan, inflasi juga didorong oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga (LPG dan BBM Non Subsidi) yang memberikan andil inflasi sebesar 0,03%. Kemudian bensin dan tarif angkutan udara masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02%.

Meski demikian, beberapa komoditas masih menahan laju inflasi. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,06%. Deflasi juga berasal dari emas perhiasan sebesar 0,06% dan telur ayam ras sebesar 0,05%.

Berdasarkan komponen pembentuk inflasi, seluruh komponen mengalami kenaikan harga pada Mei 2026.

Baca Juga: BGN Jajaki Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa Sekolah Indonesia di Jeddah

Komponen inti mencatat inflasi sebesar 0,22% dan menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan dengan andil 0,14%. Inflasi inti terutama didorong oleh kenaikan harga minyak goreng, telepon seluler, laptop atau notebook, pelumas mesin, nasi dengan lauk, serta biaya pemeliharaan atau servis kendaraan.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) mengalami inflasi sebesar 0,52% dengan andil 0,10%. Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini antara lain bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin, dan solar.

Adapun komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 0,22% dengan andil 0,04%. Kenaikan harga pada kelompok ini terutama dipicu oleh cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau.

Dari sisi wilayah, BPS mencatat sebanyak 31 provinsi mengalami inflasi pada Mei 2026, sementara tujuh provinsi mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Maluku sebesar 0,93%. Sebaliknya, deflasi terdalam terjadi di Gorontalo yang mencapai 0,96%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×