kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Inflasi November 2024 Diproyeksi Naik, Ini Penyebabnya


Minggu, 01 Desember 2024 / 18:21 WIB
Inflasi November 2024 Diproyeksi Naik, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Para ekonom memproyeksi inflasi di bulan November 2024 meningkat dibanding bulan sebelumnya


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Para ekonom memperkirakan inflasi pada November 2024 meningkat bila dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Ekonom BCA David Sumual meramal, inflasi pada November 2024 mencapai 0,22% month to month (mtm), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya 0,08% mtm. Sementara secara tahunan diproyeksi mencapai 1,46% year on year (yoy), lebih rendah dari 1,71% yoy di Oktober 2024.

David menilai, inflasi secara bulanan meningkat imbas harga bahan pokok tumbuh positif. Sedangkan secara tahunan melambat, “karena efek low base harga cabai merah, beberapa komoditas lain cenderung stagnan, tapi bawang merah naik cukup tinggi,” tutur David kepada Kontan, Minggu (1/12).

Baca Juga: Inflasi Hingga November 2024 Diprediksi Menjadi 1,77%

Sementara itu inflasi inti diperkirakan mencapai 2,01% yoy, dan 0,006% mtm. David bilang, inflasi inti secara tahunan melambat dipengaruhi harga emas yang mulai stagnan.

Lebih lanjut, inflasi pada akhir tahun atau Desember 2024 diprediksi mencapai 1,6% yoy,  lebih rendah dibandingkan dengan 2,81% yoy di tahun 2023.

Senada, ekonom dari Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang meramal, inflasi akan mencapai 0,36% mtm, dan secara tahunan mencapai 1,62% yoy.

Ia menyebut, faktor yang yang membuat inflasi melambat masih dikarenakan masyarakat yang menahan belanjanya.

“Masyarakat menahan belanja karena ketidakpastian ekonomi seiring maraknya PHK,” kata Ana, sapaan akrabnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×