kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Inflasi Juli diprediksi bisa 0,4%


Senin, 03 Juli 2017 / 21:28 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandy meyakini tekanan inflasi Juli 2017 akan mereda setelah Juni lalu mencatat inflasi 0,69%.

Eric mengatakan, meski di Juli tahun ini, tekanan inflasi yang bersumber dari harga yang diatur pemerintah mulai berkurang karena pemerintah memastikan tidak ada kenaikan LPG hingga September dan tidak ada kenaikan tarif listrik hingga akhir tahun. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menginginkan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bulan ini.

Di sisi lain, menurut Eric, harga pangan akan kembali normal pasca Lebaran. Meski di Juni lalu, kenaikannya tak lagi menjadi pemicu utama inflasi karena antisipasi pemerintah dalam menekan harga pangan, termasuk impor, sebagai bagian dari operasi pasar.

Meski demikian, masih ada tekanan permintaan terkait dengan pergantian tahun ajaran baru yang jatuh di bulan ini. "Sehingga saya perkirakan untuk Juli inflasi di 0,4%. Tetapi ini angka sementara," kata Eric.

Pihaknya juga masih memperkirakan, inflasi akhir tahun bisa terjaga di angka 4%. "Karena harga-harga akan cenderung turun dan kemudian stabil setelah ramadan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×