kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.973   60,00   0,33%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Inflasi Juli diprediksi bisa 0,4%


Senin, 03 Juli 2017 / 21:28 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandy meyakini tekanan inflasi Juli 2017 akan mereda setelah Juni lalu mencatat inflasi 0,69%.

Eric mengatakan, meski di Juli tahun ini, tekanan inflasi yang bersumber dari harga yang diatur pemerintah mulai berkurang karena pemerintah memastikan tidak ada kenaikan LPG hingga September dan tidak ada kenaikan tarif listrik hingga akhir tahun. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menginginkan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bulan ini.

Di sisi lain, menurut Eric, harga pangan akan kembali normal pasca Lebaran. Meski di Juni lalu, kenaikannya tak lagi menjadi pemicu utama inflasi karena antisipasi pemerintah dalam menekan harga pangan, termasuk impor, sebagai bagian dari operasi pasar.

Meski demikian, masih ada tekanan permintaan terkait dengan pergantian tahun ajaran baru yang jatuh di bulan ini. "Sehingga saya perkirakan untuk Juli inflasi di 0,4%. Tetapi ini angka sementara," kata Eric.

Pihaknya juga masih memperkirakan, inflasi akhir tahun bisa terjaga di angka 4%. "Karena harga-harga akan cenderung turun dan kemudian stabil setelah ramadan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×