kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Inflasi Juli diprediksi bisa 0,4%


Senin, 03 Juli 2017 / 21:28 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandy meyakini tekanan inflasi Juli 2017 akan mereda setelah Juni lalu mencatat inflasi 0,69%.

Eric mengatakan, meski di Juli tahun ini, tekanan inflasi yang bersumber dari harga yang diatur pemerintah mulai berkurang karena pemerintah memastikan tidak ada kenaikan LPG hingga September dan tidak ada kenaikan tarif listrik hingga akhir tahun. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menginginkan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bulan ini.

Di sisi lain, menurut Eric, harga pangan akan kembali normal pasca Lebaran. Meski di Juni lalu, kenaikannya tak lagi menjadi pemicu utama inflasi karena antisipasi pemerintah dalam menekan harga pangan, termasuk impor, sebagai bagian dari operasi pasar.

Meski demikian, masih ada tekanan permintaan terkait dengan pergantian tahun ajaran baru yang jatuh di bulan ini. "Sehingga saya perkirakan untuk Juli inflasi di 0,4%. Tetapi ini angka sementara," kata Eric.

Pihaknya juga masih memperkirakan, inflasi akhir tahun bisa terjaga di angka 4%. "Karena harga-harga akan cenderung turun dan kemudian stabil setelah ramadan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×