kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Indonesia akan Perluas Mitra Dagang dan Perkuat Konsumsi untuk Atasi Tarif Trump


Jumat, 04 April 2025 / 06:43 WIB
Indonesia akan Perluas Mitra Dagang dan Perkuat Konsumsi untuk Atasi Tarif Trump
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto sudah mempersiapkan tiga kebijakan untuk menghadapi berbagai gejolak perubahan kebijakan global.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembaruan tarif pada Rabu (2/4). Selain pemberlakuan tarif dasar sebesar 10% pada hampir semua barang impor yang masuk ke AS, Trump juga memberlakukan tarif timbal balik terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia sebesar 32%. 

Merespons hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto sudah mempersiapkan tiga kebijakan untuk menghadapi berbagai gejolak perubahan kebijakan global. Hal ini untuk menjaga optimisme dan ketahanan ekonomi Indonesia. 

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi, Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Noudhy Valdryno menjelaskan, ketiga kebijakan ini bersinergi dengan strategi geopolitik yang matang. 

Baca Juga: Waspada Perdagangan dan Ekonomi Merosot Imbas Kebijakan Tarif Trump

Pertama, memperluas mitra dagang Indonesia. Salah satu langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo adalah memperluas jaringan mitra dagang Indonesia. 

Pada minggu pertama setelah dilantik, Presiden Prabowo mengajukan keanggotaan Indonesia dalam BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), sebuah kelompok ekonomi yang mencakup 40% perdagangan global. 

Langkah ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional. Keanggotaan Indonesia di BRICS memperkuat berbagai perjanjian dagang multilateral. 

Indonesia juga telah menandatangani perjanjian seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan 10 negara ASEAN dan Australia, RRT, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru, yang mencakup 27% perdagangan global.

Aksesi ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang mencakup 64% perdagangan global. Serta beberapa perjanjian dagang lainnya CP-TPP, IEU-CEPA, dan I-EAEU CEPA.

Selain berbagai perjanjian dagang multilateral, Indonesia juga memiliki perjanjian dagang bilateral dengan Korea, Jepang, Australia, Pakistan, Uni Emirat Arab, Iran, Chile, dan berbagai negara lainnya. Ini diyakini semakin memperkokohkan daya saing Indonesia di pasar internasional.

Kedua, mempercepat hilirisasi sumber daya alam (SDA). Sumber daya alam Indonesia yang melimpah selama ini seringkali diekspor dalam bentuk bahan mentah. 

Untuk meningkatkan nilai tambah, Presiden Prabowo memprioritaskan kebijakan hilirisasi industri. Salah satu contoh kebijakan hilirisasi adalah sektor nikel, di mana nilai ekspor nikel dan turunannya hanya mencapai US$ 3,7 miliar pada tahun 2014 melonjak menjadi US$ 34,3 miliar pada tahun 2022.

Selain itu, pada 24 Februari 2025, Presiden Prabowo meluncurkan BPI Danantara, yang dirancang untuk mempercepat hilirisasi SDA strategis di Indonesia. 

BPI Danantara akan mendanai dan mengelola proyek hilirisasi di sektor-sektor utama. Seperti mineral, batubara, minyak bumi, gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan. 

Baca Juga: Hari Terakhir Perdagangan Sebelum Lebaran, Investor Cermati Kebijakan Pemerintah

Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya meningkatkan daya saing ekspor. Akan tetapi juga tidak lagi bergantung pada investasi asing serta mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.

Ketiga, memperkuat resiliensi konsumsi dalam negeri. Yakni memperkuat daya beli masyarakat melalui program-program yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat.

Salah satu program unggulan Presiden Prabowo adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menargetkan 82 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2025. 

Selain itu, Presiden Prabowo juga akan mendirikan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, membuka jutaan lapangan pekerjaan baru, dan mendorong perputaran uang di daerah.

Upaya ini bukan hanya akan meningkatkan konsumsi dalam negeri tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat perekonomian domestik.

Dengan mendongkrak konsumsi rumah tangga yang mencakup 54% dari PDB Indonesia, program ini akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan memperkuat hubungan dagang internasional, mengoptimalkan potensi sumber daya alam, dan meningkatkan konsumsi dalam negeri, Presiden Prabowo membuktikan bahwa Indonesia dapat tetap tumbuh meskipun di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” kata Noudhy dalam keterangan pers, Kamis (3/4).

Dengan kebijakan-kebijakan tersebut, Indonesia diharapkan berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan posisi sebagai kekuatan ekonomi yang stabil dan optimistis di kawasan Asia Tenggara dan global.

Selanjutnya: Awal 2025, 508 Pinjol Ilegal Diblokir, Simak Daftar Pindar Legal Terdaftar OJK April

Menarik Dibaca: Promo 4.4 Alfamart Periode 4 April 2025: Beli 1 Gratis 1 Susu, Cat Food, Masker Medis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×