kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bukan Serang Balik, Begini Kata Eksportir Soal Kenaikan Tarif Trump


Kamis, 03 April 2025 / 12:00 WIB
Bukan Serang Balik, Begini Kata Eksportir Soal Kenaikan Tarif Trump
ILUSTRASI. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Benny Soetrisno, Kamis (18/5). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/18/05/2017


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) merespon kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menaikkan tarif timbal balik ke sejumlah negara mitra dagangnya termasuk Indonesia.

Ketua Umum GPEI, Benny Soetrisno mengatakan bahwa kenaikan tarif yang dilakukan oleh Trump ini bakal menimbulkan defisit perdagangan bagi negeri Paman Sam itu sendiri.

“Kenaikan tarif yang dilakukan Trump ke semua negara mitra dagangnya yang mengakibat kan trade deficit untuk USA, dengan ada beberapa discount untuk beberapa negara mitranya termasuk indonesia,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (3/4).

Baca Juga: Trump Umumkan Kebijakan Tarif Timbal Balik Global, Indonesia Ditetapkan 32%

Alih-alih memberi serangan balik dengan menaikan tarif, Benny mengungkapkan bahwa pemerintah sebaiknya melakukan diplomasi perdagangan dengan AS. Menurutnya, ini agar kemudahan ekspor RI ke AS tak dihilangkan.

“Pemerintah sebaiknya lakukan trade diplomacy agar kemudahan ekspor ke USA tidak dihilangkan, bukan menyerang balik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Benny menambahkan, dengan adanya kenaikan tarif ini potensi neraca dagang RI dengan AS dinilai bakal lebih baik dari sebelumnya. Pasalnya, sejumlah negara mitra dagang AS lainnya mendapatkan tarif yang lebih tinggi ketimbang Indonesia.

Baca Juga: Trump Terapkan Kebijakan Tarif Baru, Indonesia Terkena Dampak Besar

“Potensi neraca dagang dengan USA tahun ini kemungkinan malah lebih baik, karena China dan Vietnam dikenaikan tarif yang dikenakan lebih besar dibanding Indonesia,” tandasnya.

Untuk diketahui, Trump resmi menaikkan tarif timbal balik ke sejumlah negara mitra dagang. Rinciannya, China sebesar 34%, Uni Eropa 20%, Kamboja 49%, Vietnam 46%, Sri Lanka 44%, Bangladesh 37%, Thailand 36%, Taiwan 32% serta Indonesia sebesar 32%.

Baca Juga: Ini Daftar Negara dan Wilayah yang Kena Tarif Baru Trump, Ada Indonesia

Selanjutnya: Ini Daftar Negara dan Wilayah yang Kena Tarif Baru Trump, Ada Indonesia

Menarik Dibaca: 6 Tips Makeup untuk Jerawat dan Bekas Jerawat, Wajah Auto Flawless!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×