kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Prabowo Adopsi Model India untuk Kejar Target 3 Juta Rumah, Pengamat: Perlu Reformasi


Minggu, 02 Agustus 2026 / 16:50 WIB
Prabowo Adopsi Model India untuk Kejar Target 3 Juta Rumah, Pengamat: Perlu Reformasi
ILUSTRASI. KREDIT PROPERTI-: Pembangunan komplek perumahan di Bogor, (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto berencana mengadopsi model pembangunan perumahan India untuk mendukung percepatan program tiga juta rumah. 

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai keinginan Prabowo mempelajari model pembangunan perumahan India menunjukkan pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan target pembangunan tiga juta rumah per tahun yang menjadi salah satu janji politik Presiden.

"Kalau melihat pernyataan Presiden dan dikaitkan dengan Asta Cita, saya melihat memang Presiden serius ingin mewujudkan program itu. Ini merupakan janji politik yang memang harus direalisasikan," ujar Trubus kepada Kontan, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga: Anggaran MBG Wajib Dipisah, Anggaran Dana Pendidikan Masih Bisa Dipakai Hingga 2028

Namun, Trubus mengingatkan Indonesia tidak bisa begitu saja mengadopsi model India.  Menurutnya, kedua negara memiliki perbedaan mendasar dalam sistem kebijakan perumahan. Di India, kebijakan lebih terpusat sehingga keputusan pemerintah lebih mudah dijalankan. Selain itu, harga tanah, material bangunan, dan biaya tenaga kerja juga relatif lebih rendah.

Sebaliknya, di Indonesia pembebasan lahan masih menjadi tantangan utama. Harga tanah kerap melonjak ketika suatu kawasan akan dikembangkan menjadi proyek perumahan. Di sisi lain, biaya material bangunan juga relatif tinggi karena sebagian masih bergantung pada impor.

Oleh karena itu, Trubus menilai pemerintah perlu melakukan reformasi kebijakan apabila ingin mengejar target pembangunan tiga juta rumah per tahun. 

Reformasi tersebut antara lain melalui penguatan pembiayaan perumahan, penyempurnaan regulasi, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia menyarankan pemerintah memperbesar kapasitas pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta memanfaatkan tanah negara maupun aset pemerintah daerah yang belum produktif untuk pembangunan perumahan, tanpa mengalihfungsikan lahan pertanian dan perkebunan.

Selain itu, pemerintah juga dinilai perlu menyusun roadmap yang jelas dengan target tahunan, disertai pengawasan dan penegakan hukum yang konsisten agar program dapat berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Separuh Piutang Pajak Tak Tertagih? DJP Bentuk Cadangan Rp 47,42 Triliun

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan pemerintah akan mempelajari praktik terbaik pengembangan sektor perumahan di India dan China sebagai bagian dari upaya mempercepat realisasi Program Tiga Juta Rumah.

"Kita baru 2 hari lalu kan ketemu dengan juga menteri perumahan dari RRC (Republik Rakyat China). Kita selalu belajar dan mengobservasi, diskusi tentang bagaimana pengelolaannya," ujar Ara, sapaan akrab Maruarar, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurut Ara, India dan China menjadi dua negara yang akan dipelajari lebih lanjut. Namun, ia menegaskan kerja sama tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia melalui alih teknologi, bukan sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar produk luar negeri.

"Jangan menjadikan Indonesia sebagai market saja. Harus ada transfer teknologi," katanya.

Ara menambahkan pemerintah akan mengutamakan teknologi konstruksi yang aman, cepat, dan terjangkau. Selain itu, rantai pasok Program Tiga Juta Rumah akan melibatkan industri dalam negeri, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Adapun keinginan mengadopsi model pembangunan perumahan India disampaikan Prabowo saat menghadiri akad massal 62.710 unit KPR rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). 

Baca Juga: Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Tahap II, Sasar 33,24 Juta Penerima Manfaat

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh ragu belajar dari negara lain demi mempercepat transformasi sektor perumahan.

"Saya tertarik pada pengalaman bangsa India. Mereka mampu membangun 40 juta rumah dalam 12 tahun, atau kira-kira 3 juta rumah setiap tahun. Ini sedang saya pelajari, bagaimana caranya. Ada teknik-teknik tertentu, dan ini bisa kita coba," kata Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×