kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pengusaha Buka Suara Soal Kenaikan Tarif Trump: Timbulkan Kekhawatiran


Kamis, 03 April 2025 / 13:23 WIB
Pengusaha Buka Suara Soal Kenaikan Tarif Trump: Timbulkan Kekhawatiran
ILUSTRASI. Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani bersama pengurus lainnya usai Laporan Outlook Ekonomi 2025 di Jakarta (19/12/2024).


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merespon kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menaikkan tarif timbal balik ke sejumlah negara mitra dagangnya termasuk Indonesia.

Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa risiko penerapan tarif tinggi oleh AS bukan hanya tantangan bagi Indonesia saja, melainkan juga ke seluruh negara yang punya surplus perdagangan dengan AS.

“Kebijakan ini tentu menimbulkan kekhawatiran, baik di kalangan dunia usaha maupun masyarakat luas, karena membawa dampak signifikan terhadap arus perdagangan global,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (3/4).

Baca Juga: Pemerintah Masih Galau Respon Kebijakan Tarif Trump 32% untuk Indonesia

Shinta mengungkapkan, lewat kenaikan tarif yang diumumkan oleh Trump tersebut, dunia usaha berharap pemerintah bisa bersama-sama menjaga stabilitas iklim usaha di tengah dinamika global.

Caranya, lanjut Shinta, dengan mengedepaknkan dialog dan kolaborasi erat antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator dan pelaku usaha.

“Ketahanan ekonomi nasional hanya dapat terjaga jika respons terhadap tantangan eksternal dibangun secara kolektif dan terukur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Shinta menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan pemerintah di dalam negeri maupun perwakilan RI di AS dalam menerbitkan langkah yang bakal diambil ke depan.

Baca Juga: Tarif Trump Jadi Ancaman Baru, Begini Dampaknya ke Pasar Keuangan Indonesia

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia di dalam negeri maupun perwakilan di AS, stakeholders dan rekan usaha di AS hingga perwakilan pemerintah AS untuk mempersiapkan langkah-langkah strategis bagi para eksportir indonesia yang terdampak,” tandasnya.

Untuk diketahui, Trump resmi menaikkan tarif timbal balik ke sejumlah negara mitra dagang. Rinciannya, China sebesar 34%, Uni Eropa 20%, Kamboja 49%, Vietnam 46%, Sri Lanka 44%, Bangladesh 37%, Thailand 36%, Taiwan 32% serta Indonesia sebesar 32%.

Baca Juga: Ini Daftar Negara dan Wilayah yang Kena Tarif Baru Trump, Ada Indonesia

Selanjutnya: Pemerintah Masih Galau Respon Kebijakan Tarif Trump 32% untuk Indonesia

Menarik Dibaca: Apa Saja yang Baru dari Apple iOS 18.4? Simak Pembaruan Berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×