kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Indef: Rencana kenaikan cukai rokok dan UMP sumbang inflasi Oktober


Kamis, 01 November 2018 / 19:59 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pasar tradisional


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati mengatakan rencana kenaikan cukai rokok hingga kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi penyumbang inflasi pada Oktober 2018.

"Memang biasanya kan kalau terjadi inflasi yang andil besar itu pangan atau energi," ungkap Enny kepada Kontan.co.id, Kamis (1/11).

Namun, bahan pangan masih relatif stabil. Bahkan untuk harga telur ayam ras mengalami penurunan. Hanya saja Enny melihat untuk bahan makan jadi dan rokok kretek filter mengalami kenaikan. Kenaikan harga rokok tak dapat dihindarkan dari rencana pemerintah yang akan menaikkan cukai rokok.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebut harga sewa rumah memiliki andil cukup besar pada inflasi Oktober 2018.

Enny melihat ini sebagai dampak kenaikan harga BBM non-subsidi serta kenaikan UMP.

"BBM itu mempengaruhi harga sewa rumah, perumahan kan juga selalu adjustment seperti halnya UMP, itu yang berdampak," jelasnya.

Tercatat inflasi pada Oktober 2018 sebesar 0,28%. Angka ini dianggap inflasi terkendali karena masih jauh dari 3,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×