kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Impor turun 4,05%, penerimaan bea masuk menurun


Selasa, 02 Desember 2014 / 17:03 WIB
ILUSTRASI. Analis menyebut kinerja PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bakal tertekan karena daya beli rendah di luar Jawa


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Tidak hanya setoran bea keluar dan cukai yang terhambat, pos bea masuk pun mengalami hal serupa. Alhasil hingga akhir tahun penerimaan bea cukai secara keseluruhan diperkirakan hanya mencapai  92% dari target APBN-P 2014 yang mencapai Rp 173,7 triliun.

Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Susiwijono Moegiarso menjelaskan, impor pada tahun ini dari Januari-Oktober 2014 turun 4,05% dibanding periode yang sama tahun 2013. Penurunan impor ini sangat mempengaruhi penerimaan bea masuk. "Nilai devisa impornya turun sehingga bea masuk juga lebih rendah dibanding perkiraan," tandas Susiwijono ketika dihubungi KONTAN, Selasa (2/12).

Outlook bea masuk hingga akhir tahun adalah Rp 34,07 triliun atau 95,52% dari target APBN-P 2014 yang sebesar Rp 35,67 triliun. Adapun hingga 31 Oktober 2014, penerimaan bea cukai keseluruhan mencapai Rp 131,33 triliun atau 75,59% dari target Rp 173,73 triliun. Untuk bea masuk sendiri penerimaannya baru Rp 26,69 triliun atau 74,83% dari target Rp 35,68 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×