kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Genjot Produksi Padi, Kementan Usul Tambahan Anggaran Rp 5,8 Triliun di 2024


Rabu, 13 Maret 2024 / 12:12 WIB
Genjot Produksi Padi, Kementan Usul Tambahan Anggaran Rp 5,8 Triliun di 2024
ILUSTRASI. Kementan mengusulkan anggaran belanja tambahan sebesar 5,8 triliun untuk genjot produksi padi 2024.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan anggaran belanja tambahan sebesar 5,8 triliun untuk genjot produksi padi 2024. 

Usulan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (13/3). 

"Kementan mengusulkan anggaran belanja tambahan tahun 2024 sebsar Rp 5,8 triliun untuk mendorong produksi padi," kata Amran dipantau secara daring melalui Youtube resmi Komisi IV DPR RI. 

Amran menegaskan, anggaran ini untuk mendukung berbagai kegiatan dalam meningkatkan produksi padi. 

Baca Juga: Tanpa Pasokan yang Cukup, Relaksasi HET Kurang Bertaji Mengendalikan Harga Beras

Beberapa di antaranya seperti pompanisasi lahan kering di 11 provinsi khususnya di Pulau Jawa seluas 500.000 hektare dan luar Jawa sebanyak 500.000 hektare. 

Kemudian, optimalisasi lahan rawa dengan luas 400.000 hektare yang dilakukan di 10 provinsi dan pengembangan padi gogo 500.000 hektare serta penyediaan benih bermutu. 

Adapun tahun 2024 sendiri, Kementan menargetkan produksi beras bisa mencapai 32 juta ton, atau naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 31 juta ton. 

"Sebagai antisipasi penurunan produksi beras berlanjut di tahun 2024 maka dilakukan upaya peningkatan produksi beras atau padi menjadi 32 juta ton," ungkap Amran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×