kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Gempa Susulan di Palu Capai 118 Kali, Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Siaga


Rabu, 17 Juni 2026 / 16:34 WIB
Gempa Susulan di Palu Capai 118 Kali, Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Siaga
ILUSTRASI. Mensesneg janji Percepat Proses Perpres Ojol (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyatakan duka yang mendalam atas bencana gempa besar berkuatan 6,7 magnitudo yang terjadi di Palu, Sulawesi Tenggara pada Selasa (16/6/2026). 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah pusat telah melakukan koordinasi intens dengan berbagai pihak termasuk Gubernur Sulawesi tengah. 

"Kami memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," terang Pras di Hambalang, Rabu (17/6/2026). 

Baca Juga: BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga di Level 5,50%, Ini Kata LPEM FEB UI

Pras juga meminta kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah dan tetap waspada mengantisi adanya gempa susulan. 

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mencatat ada 118 gempa susulan yang terjadi di Palu, Sulawesi Tenggara setelah gempa besar berkekuatan 6,7 magnitudo terjadi Selasa (16/6/2026) kemarin. 

"Secara umum itu baik yang dirasakan maupun tidak dirasakan secara total setidaknya sudah ada 118 gempa susulan," katanya dalam konferensi pers, Rabu (17/6/2026)

Pria yang akrab disapa Aam ini mengatakan, gempa yang berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer itu menyebabkan satu korban meninggal dunia. Korban berasal dari Kabupaten Sigi.

Aam juga menegaskan, gempa bumi tersebut berada di darat sehingga tidak berpotensi tsunami.

"Kita melihat beberapa video amatir yang menyebutkan ada fenomena air surut, kita pastikan itu adalah fenomena pasang surut biasa dan tidak ada kaitannya dengan gempa yang terjadi," imbuh dia.

Dia juga menjelaskan, gempa susulan yang terjadi semakin mengecil sebagai ciri pelepasan energi sisa dari gempa utama.

Secara umum, meskipun gempa cukup intens namun tidak membahayakan. Namun demikian, fenomena gempa susulan yang dirasakan akan tetap dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Batal Hadiri KTT Rusia-ASEAN, Fokus Selesaikan Agenda di Dalam Negeri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×