Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak panik, namun tetap berhati-hati dengan kemunculan influenza A (H3N2) subclade K atau "super flu", yang merupakan flu biasa.
"Pesan saya ke masyarakat, nomor satu, kita harus hati-hati dan sadar ada ini, tapi tidak usah panik," kata Budi di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Budi meminta masyarakat tidak panik karena super flu tidak mematikan seperti Covid-19 varian Delta. Menurut dia, super flu sama seperti flu biasa.
"Karena ini sama seperti flu biasa, bukan seperti COVID yang dulu-dulu yang varian Delta mematikan," kata Menkes RI.
Baca Juga: Menkes Targetkan Seluruh Layanan Kesehatan Terdampak Bencana Banjir Pulih Akhir Maret
Selama masyarakat memiliki imunitas tubuh yang bagus, tentu akan cepat sembuh jika terkena super flu.
"Kalau imunitas, sistem imunitas kita bagus, makannya cukup, tidurnya cukup, olahraga cukup, insya Allah kalau ada virus masuk dan virusnya lemah seperti yang super flu ini, kita bisa sembuh," paparnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat rajin mencuci tangan dan memakai masker guna mencegah penularan super flu.
"Nah, kalau ternyata di lingkungan kita banyak yang batuk-batuk, ya kita untuk precautions kita pakai masker lah, pakai masker dan rajin cuci tangan," ucap Budi.
Baca Juga: Kemenkes Pastikan Influenza A(H3N2) Subclade K Terkendali di Indonesia
Kasus Super Flu di Indonesia
Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat ada 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia hingga Desember 2025 lalu.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine, menyampaikan, kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
"Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak," kata Prima dalam siaran pers, Senin (5/1/2026).
Selanjutnya: Gelar RUPSLB Awal 2026, Eagle High Plantations Mantapkan Arah Strategis Perseroan
Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













