kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Gara-gara Covid-19, pengangguran di Indonesia bertambah 3,7 juta orang


Selasa, 28 Juli 2020 / 12:56 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (tengah)


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Anna Suci Perwitasari

Suharso bilang masalah pengangguran akan diselesaikan secara bertahap pada tahun 2021. Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani bilang, fokus tambahan anggaran sebesar Rp 179 triliun dari pelebaran defisit adalah untuk pembukaan kesempatan kerja. Hal itu berjalan bersamaan dengan transformasi di berbagai sektor.

Menkeu mencontohkan, fokus utama pada ketahanan pangan. Tetapi program tersebut juga harus mendukung pengurangan pengangguran.

Baca Juga: Ini alasan pemerintah guyur tujuh BPD dengan dana Rp 11,5 triliun

"Tujuan pada tahun 2021 tidak hanya growth tetapi employment atau kesempatan kerja dan pengurangan kemiskinan," terang Sri Mulyani.

Anggaran juga akan digunakan untuk menumbuhkan industri manufaktur. Hal itu dilakukan dengan mengembangkan pusat kawasan industri.

Sri Mulyani menambahkan, penguatan pusat kawasan industri bisa melalui revitalisasi atau pun pembuatan pusat kawasan baru. Sehingga Indonesia mampu menarik investasi di sektor manufaktur dan membuka lapangan pekerjaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×