Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja ekspor komoditas unggulan Indonesia mengalami peningkatan kecuali batubara, sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono membeberkan, kinerja ekspor batubara mencapai US$ 3,48 miliar pada periode tersebut. Nilai tersebut turut 18,12% dibandingkan periode sama tahun lalu. Andil ekspor komoditas ini terhadap total ekspor non minyak dan gas (migas) adalah sebesar 8,21%.
Bahkan, dari sisi volume, ekspor batubara juga menurun, menjadi 56,39 juta ton, dari periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 61,23 juta ton.
Baca Juga: BPS: Penurunan Harga Emas Jadi Peredam Inflasi Maret 2026
“Ekspor batubara turun menjadi US$ 3,48 miliar,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/3/2026).
Sementara itu, ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya mencapai US$ 4,69 miliar atau naik 26,40% dari periode sama tahun lalu. Dari sisi volumenya, ekspor CPO dan turunannya juga meningkat 26,26% menjadi 4,54 juta ton, dengan kontribusi terhadap ekspor non migas mencapai 11,07%.
Terakhir, ekspor besi dan baja mencapai US$ 4,18 miliar, atau naik 1,53% dari periode sama tahun lalu. Dari sisi volume ekspornya juga meningkat 2% menjadi 3,48 juta ton. Ekspor besi dan baja ini memiliki kontribusi sebesar 9,86% terhadap total ekspor non migas.
Baca Juga: BPS Catat Inflasi Tahunan Maret 2026 Capai 3,48%
“Total ketiga komoditas ini memberikan kontribusi impor sebesar 29,14% dari total ekspor non migas di Indonesia pada periode Januari-Februari 2026,” tandasnya.
Sebagai informasi, total ekspor non migas sepanjang Januari hingga Februari 2026 mencapai US$ 42,35% atau naik 2,82% dari periode sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












