kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Eks pimpinan KPK minta Jokowi belajar dari SBY


Jumat, 23 Januari 2015 / 20:05 WIB
ILUSTRASI. Perkebunan kelapa sawit PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ery Riyana Hardjapamekas meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih bersikap tegas merespons kasus penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Bahkan, Ery pun meminta Jokowi untuk tak sungkan belajar dari Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyikapi kasus KPK vs Polri ini.

“Butuh ketegasan dan Jokowi dengan segala hormat belajar dari presiden sebelumnya,” kata Ery saat jumpa pers di gedung KPK, Jumat (23/1).

Ery juga mengingatkan kepada Jokowi jangan sekali-kali menggunakan kata menghormati hukum. “Saya pikir tidak punya cukup waktu untuk berselisih terlalu lama. KPK, Kepolisian, dan Presiden jokowi untuk buang waktu,” tegasnya.

Bambang Widjojanto ditangkap oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri pagi ini. Bambang ditetapkan sebagai tersangka kasus sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×