kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Eks pimpinan KPK minta Jokowi belajar dari SBY


Jumat, 23 Januari 2015 / 20:05 WIB
ILUSTRASI. Perkebunan kelapa sawit PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ery Riyana Hardjapamekas meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih bersikap tegas merespons kasus penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Bahkan, Ery pun meminta Jokowi untuk tak sungkan belajar dari Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyikapi kasus KPK vs Polri ini.

“Butuh ketegasan dan Jokowi dengan segala hormat belajar dari presiden sebelumnya,” kata Ery saat jumpa pers di gedung KPK, Jumat (23/1).

Ery juga mengingatkan kepada Jokowi jangan sekali-kali menggunakan kata menghormati hukum. “Saya pikir tidak punya cukup waktu untuk berselisih terlalu lama. KPK, Kepolisian, dan Presiden jokowi untuk buang waktu,” tegasnya.

Bambang Widjojanto ditangkap oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri pagi ini. Bambang ditetapkan sebagai tersangka kasus sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×