kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.838   20,00   0,12%
  • IDX 8.953   27,73   0,31%
  • KOMPAS100 1.233   5,97   0,49%
  • LQ45 872   4,78   0,55%
  • ISSI 324   0,89   0,27%
  • IDX30 443   2,38   0,54%
  • IDXHIDIV20 522   2,92   0,56%
  • IDX80 137   0,84   0,62%
  • IDXV30 145   0,91   0,63%
  • IDXQ30 142   0,50   0,35%

KPK ajak masyarakat bersatu lawan korupsi


Jumat, 23 Januari 2015 / 17:11 WIB
KPK ajak masyarakat bersatu lawan korupsi
ILUSTRASI. Kedutaan Besar (Kedubes) China di Rusia mengkritik perlakuan terhadap lima warga negara China yang ditolak masuk ke Rusia. REUTERS/Jason Lee


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bereaksi keras atas penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Mabes Polri. Penangkapan ini sebagai bentuk kesewenang-wenangan yang dipertontonkan ke publik oleh Polri.

“Penangkapan oleh Polri tidak mencermikan etika dalam hukum. Bambang Widjojanto ditangkap saat mengantarkan anaknya sekolah. Tangan Bambang Widjojanto diborgol dengan sewenang-wenang,” kata Deputi bidang pencegahan KPK Johan Budi, Jumat (23/1).

Secara resmi, KPK pun mengeluarkan empat pernyataan resmi atas kasus yang menjerat salah satu pimpinan KPK. Pertama, KPK memprotes keras penangkapan yang dilakukan terhadap salah satu pimpinan KPK Bambang Widjojanto.

Kedua, KPK menegaskan penanganan kasus BG (Komjen Pol Budi Gunawan) murni sebagai penegakan hukum. Ketiga, secara kelembagaan antara KPK dan Polri tidak ada masalah. “Oleh karena itu kepolisian sebagai institusi jangan sampai dimanfaatkan oleh kepentingan kelompok tertentu,” kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja.

Keempat, mengajak masyarakat untuk melawan korupsi dan pihak-pihak yang menghalangi pemberantasan korupsi. “Ikut bergerak untuk mewujudkan Indonesia lebih baik,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×