kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.910   0,00   0,00%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Ekonom Sarankan Pemerintah Antisipasi Dampak Adanya Aksi Boikot


Selasa, 12 Desember 2023 / 21:58 WIB
Ekonom Sarankan Pemerintah Antisipasi Dampak Adanya Aksi Boikot
ILUSTRASI. boikot atau penolakan.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyampaikan hal yang sama.

“Iya produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods) memang cukup terkena dampak mengingat produk-produk ini lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia dan perputarannya cepat,” ungkapnya.

Sehingga, kata Eko, begitu aksi boikot dijalankan masyarakat maka dampaknya langsung terlihat pada penurunan pendapatan secara signifikan. “Berdasarkan beberapa informasi pengusaha, penurunan omzet bisa 30%,” ujarnya.

Baca Juga: Boikot Produk Pro Israel Meluas Di Arab & Afrika, Di Indonesia Juga Makin Masif

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) melaporkan penurunan untuk produk fast moving consumer goods (FMCG) mengalami penurunan sekitar 40 persen.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey membenarkan bahwa produk seperti susu bayi, susu anak, susu lansia dengan merek-merek tertentu yang disebarluaskan di media sosial untuk diboikot sudah mengalami penurunan omzet sedikitnya 20%.

“Ini tentunya kita tidak berharap menjadi keberlanjutan karena kita kan juga maunya menjaga keutuhan ekonomi,” katanya.

Roy meyakini aksi boikot ini bisa berdampak terhadap angka pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023. Dia memproyeksikan, laju ekonomi sepanjang tahun ini bisa di bawah lima persen.

“Kuartal III kita sudah turun jadi 4,9% padahal ketika kuartal II masih tumbuh 5,17%. Kemungkinan besar kuartal empat ini kita juga turun,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×