kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom proyeksikan inflasi Mei bisa capai 0,5%


Kamis, 25 Mei 2017 / 17:16 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto memproyeksi, inflasi Mei tahun ini bisa mencapai 0,55%. Sementara itu, inflasi tahunan Mei diperkirakan mencapai 4,5% YoY.

Angka itu lebih tinggi dari proyeksi Bank Indonesia (BI). Sebab, BI memproyeksi inflasi Mei sekitar 0,3%-0,4% berdasarkan hasil survei mingguan harga hingga pekan ketiga bulan ini.

Lebih lanjut menurut Eko, penyebab inflasi Mei juga masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya. "Yaitu terutama bahan makanan, salah satunya kenaikan bawang putih dan kenaikan pada harga yang diatur pemerintah, yaitu tarif listrik," kata Eko saat dihubungi KONTAN, Rabu (24/5).

Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara sebelumnya mengatakan, pihaknya menyarankan agar pemerintah menunda melakukan penyesuaian administered prices sampai Juli nanti. Mengingat, puncak inflasi akan terjadi di Juni.

Ia juga mengatakan, pemerintah perlu melakukan hal lain untuk mengantisipasi lonjakan harga selama puasa dan Lebaran. Pertama, melakukan penguatan kapasitas Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Kedua, pengaturan pasokan bahan pangan. Ketiga, pembenahan rantai pasok pangan dari mulai petani hingga pasar-pasar induk. Di Juni nanti, pihaknya memproyeksi laju inflasi bisa mencapai 0,67%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×