kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.823   -77,00   -0,46%
  • IDX 7.990   55,03   0,69%
  • KOMPAS100 1.126   9,64   0,86%
  • LQ45 818   2,06   0,25%
  • ISSI 283   4,83   1,74%
  • IDX30 425   -1,37   -0,32%
  • IDXHIDIV20 511   -4,01   -0,78%
  • IDX80 126   0,87   0,70%
  • IDXV30 139   -0,14   -0,10%
  • IDXQ30 138   -0,86   -0,62%

Ekonom: Jaga volume BBM jangan sampai 46 juta kl


Senin, 13 Oktober 2014 / 17:38 WIB
Ekonom: Jaga volume BBM jangan sampai 46 juta kl
ILUSTRASI. Faceshield terpasang pada manekin di Gerai Manzone, Depok, Jawa Barat, Jum'at (13/11). KONTAN/Baihaki/13/11/2020


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan meringankan anggaran belanja negara. Kepala Ekonom BII Juniman berpendapat, selain penghematan Rp 21 triliun pada tahun ini, kenaikan harga Rp 3.000 per liter pada bulan November 2014 akan membuat penghematan lebih besar lagi di tahun depan.

Juniman menghitung, penghematan anggaran tahun depan bila BBM naik Rp 3.000 mencapai Rp 140 triliun. "Penghematan yang besar ini dapat dilakukan untuk menekan defisit dan menambah anggaran infrastruktur," ujar Juniman ketika dihubungi KONTAN, Senin (13/10).

Mengenai realisasi subsidi tahun ini, dirinya memperkirakan akan ada potensi pembengkakan melihat pelemahan rupiah hingga level Rp 12.000. Namun di sisi lain ada penurunan harga minyak sehingga bisa relatif mengkompensasi pembengkakan anggaran. "Yang penting volume tidak lewat dari 46 juta kl," tandas Juniman.

Apabila lewat dari 46 juta kl maka anggaran subsidi BBM akan melonjak dari target. Alhasil, defisit anggaran bisa terancam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×