kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Realisasi subsidi BBM per Agustus capai Rp 162 T


Senin, 13 Oktober 2014 / 17:05 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pabrik kelapa sawit PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT).


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Salah satu pos belanja negara yang bakal terserap maksimal atau bahkan berpotensi melewati pagu adalah subsidi bahan bakar minyak (BBM). Hingga 29 Agustus 2014, realisasi anggaran subsidi BBM mencapai 65,9% dari target.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan, realisasi subsidi BBM hingga 29 Agustus sebesar Rp 162,4 triliun atau 65,9% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 yang sebesar Rp 246,5 triliun. Realisasi subsidi energi secara keseluruhan hingga Agustus sebesar 63%.

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, realisasi subsidi BBM hingga akhir tahun akan mendekati pagu. "Udah pasti itu," ujar Bambang di Jakarta, Senin (13/10).

Meskipun begitu, dengan outlook penerimaan pajak yang diperkirakan akan short fall hingga Rp 75,2 triliun, Bambang optimis akan menjaga defisit tidak lewat dari pagu 2,4% dari PDB dalam APBN-P 2014. Sebab  untuk mengantisipasi penerimaan yang loyo tahun ini, Kemkeu meminta masing-masing kementerian/lembaga (K/L) untuk kembali melakukan penghematan.

Sebelumnya dalam APBN-P 2014 pemerintah telah memangkas anggaran belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 43 triliun. Kali ini Kemkeu sedang menunggu rincian belanja yang bisa kembali dihemat tiap-tiap lembaga negara tersebut. Belanja yang bisa dihemat ini, diakui Dirjen Anggaran Askolani, bukanlah belanja modal melainkan belanja rutin seperti perjalanan dinas dan belanja barang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×