Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkap sebanyak 54 juta masyarakat miskin dari kalangan desil 1-5 belum terdata menjadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan sepanjang tahun 2025.
Hal itu disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR saat merespons polemik penonaktifan peserta PBI BPJS Kesehatan di Gedung Parlemen, Senin (9/2/2026).
Gus Ipul menegaskan penonaktifan ini dalam rangka penyesuaian data penerima bantuan sosial melalui DTSEN.
"Karena selama ini ditengarai bansos maupun subsidi sosial tidak tepat sasaran," ujar Gus Ipul.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sentil Penonaktifan PBI JKN yang Bikin Warga Kaget
Khusus PBI BPJS Kesehatan, Kemensos mencatat alokasi penerima mencapai 96,8 juta jiwa di tahun ini.
Namun, berdasarkan DTSEN jumlah penerima ini masih belum tepat sasaran, di mana sebanyak 54 juta jiwa dari desil 1-5 belum mendapat PBI BPJS Kesehatan. Sebaliknya, sebanyak 15 juta jiwa orang kaya tercatat menjadi penerima bantuan asuransi kesehatan ini.
"Itu yang sebelah kanan bisa dilihat, di mana yang lebih mampu terlindungi, yang lebih rentan justru menunggu. Ini adalah data yang kita peroleh pada tahun 2025," urai Mensos.
Atas dalih ini, Mensos mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan data penerima bantuan subsidi dari pemerintah, termasuk PBI BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Mensos: 15 Juta Warga Mampu Tercatat sebagai Penerima PBI Jaminan Kesehatan
Gus Ipul menyebut sepanjang tahun 2025, pihaknya baru berhasil melakukan ground check kepada 12 juta kepala keluarga, sementara target ground check mencapai 35 juta kepala keluarga.
"Itulah kita kemudian kerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat," ujarnya.
Selanjutnya: 8 Efek Samping Diet Keto yang Penting Diketahui
Menarik Dibaca: 8 Efek Samping Diet Keto yang Penting Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













