kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Ekonom: Fungsi redenominasi adalah efek psikologis


Senin, 28 Januari 2013 / 23:10 WIB
ILUSTRASI. Pialang memonitor layar perdagangan saham di Jakarta, Senin (6/9/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Ekonom Drajad Wibowo menilai fungsi redenominasi rupiah yang akan dilakukan berdampak pada kepada efek psikologis. "Tidak nyaman saja dengan uang nol terlalu banyak," ucapnya di Gedung DPR-RI, Senin, (28/1).

Ia mengatakan bahwa Indonesia dilecehkan dengan uang dengan jumlah nol terlalu banyak. Maka dari itu, ia melihat dari sisi ekonomi bahwa redenominasi harus dilakukan. "Kita sebagai bangsa yang naik kelas, perlu sedikit efek psikologis dan kepraktisan," ucapnya.

Namun, ia menilai bahwa pelaksanaan redenominasi ini terlalu cepat. Alasannya, Undang Undang (UU) belum masuk DPR namun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) terlalu cepat melakukan sosialisasi.

Drajad melihat bisa saja ada kemungkinan draft UU Redenominasi yang dirancang Kemenkeu berubah drastis di DPR. "Jadi saya rasa sosialisasi harusnya lebih pada kebutuhan redenominasi, belum pada desain dan sebagainya," ujarnya.

Drajad juga menyebut perlunya kewaspadaan penyalahgunaan kepentingan yang tidak sah dari redenominasi. "Misalnya siapa yang menyuplai kertas atau kemungkinan ada uang palsu. Itu harus dijaga," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×