kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.675   11,00   0,06%
  • IDX 6.632   -4,31   -0,06%
  • KOMPAS100 866   -0,81   -0,09%
  • LQ45 656   -1,33   -0,20%
  • ISSI 232   1,00   0,44%
  • IDX30 367   -0,87   -0,24%
  • IDXHIDIV20 454   -1,08   -0,24%
  • IDX80 99   0,01   0,01%
  • IDXV30 126   0,66   0,53%
  • IDXQ30 117   -0,40   -0,34%

Ekonom: Fungsi redenominasi adalah efek psikologis


Senin, 28 Januari 2013 / 23:10 WIB
ILUSTRASI. Pialang memonitor layar perdagangan saham di Jakarta, Senin (6/9/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Ekonom Drajad Wibowo menilai fungsi redenominasi rupiah yang akan dilakukan berdampak pada kepada efek psikologis. "Tidak nyaman saja dengan uang nol terlalu banyak," ucapnya di Gedung DPR-RI, Senin, (28/1).

Ia mengatakan bahwa Indonesia dilecehkan dengan uang dengan jumlah nol terlalu banyak. Maka dari itu, ia melihat dari sisi ekonomi bahwa redenominasi harus dilakukan. "Kita sebagai bangsa yang naik kelas, perlu sedikit efek psikologis dan kepraktisan," ucapnya.

Namun, ia menilai bahwa pelaksanaan redenominasi ini terlalu cepat. Alasannya, Undang Undang (UU) belum masuk DPR namun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) terlalu cepat melakukan sosialisasi.

Drajad melihat bisa saja ada kemungkinan draft UU Redenominasi yang dirancang Kemenkeu berubah drastis di DPR. "Jadi saya rasa sosialisasi harusnya lebih pada kebutuhan redenominasi, belum pada desain dan sebagainya," ujarnya.

Drajad juga menyebut perlunya kewaspadaan penyalahgunaan kepentingan yang tidak sah dari redenominasi. "Misalnya siapa yang menyuplai kertas atau kemungkinan ada uang palsu. Itu harus dijaga," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×