kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.911   41,00   0,23%
  • IDX 5.672   -148,76   -2,56%
  • KOMPAS100 733   -19,19   -2,55%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,60   -2,28%
  • IDX30 318   -7,29   -2,24%
  • IDXHIDIV20 392   -8,84   -2,21%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,62   -1,50%
  • IDXQ30 102   -2,38   -2,27%

Ekonom BCA: Ada potensi perubahan harga-harga di paruh kedua 2019


Jumat, 01 Februari 2019 / 18:02 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi yang rendah di bulan Januari 2019 yakni 0,32% belum bisa menjadi jaminan inflasi pada tahun ini rendah. Sebab ada potensi perubahan atau kenaikan harga barang-barang yang diatur pemerintah di paruh kedua tahun ini.

Kemudian tantangan lainnya adalah kelanjutan perang dagang yang berpotensi kembali menyulut inflasi.  Meski demikianm inflasi yang rendah di awal tahun merupakan permulaan yang baik.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengatakan, angka inflasi di Januari tersebut belum bisa dijadikan patokan inflasi sepanjang tahun. "Memang dalam tiga tahun terakhir inflasi di atas setengah persen. Januari ini memang 0,32%, tetapi ini belum bisa dijadikan patokan inflasi sepanjang 2019 rendah, tetapi ini menjadi modal awal," ujar David kepada Kontan.co.id, Jumat (1/2).

Menurut David, masih ada tantangan besar yang dihadapi, khususnya terkait kemungkinan adanya kenaikan harga barang-barang yang diatur pemerintah (Administered Prices). Menurutnya, di semester II tahun ini ada kemungkinan harga barang yang diatur pemerintah mengalami perubahan.

David menjelaskan, tekanan pada harga di kuartal I tahun ini memang terhitung rendah karena turunnya harga komoditas global dan kurs rupiah yang menguat. Namun, masih ada tantangan eksternal yang harus dihadapi Indonesia. Tantangan ini berkaitan dengan kelanjutan perang dagang, yang nantinya juga bisa berpengaruh ke rupiah.

Terkait distribusi barang, David menilai seharusnya distribusi barang sudah semakin baik karena didorong oleh pembangunan infrastruktur yang membaik. Lancar atau tidaknya distribusi barang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi inflasi.

"Tinggal bagaimana menjaga harga bahan pangan dengan mengendalikan pasokannya tetap tersedia," tambah David.

Tahun ini pemerintah menargetkan inflasi akan berada di kisaran 3,5% plus minus 1%. David memproyeksi tingkat inflasi sepanjang 2019 akan berkisar 3,5% hingga 4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×