kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

DPR berhentikan sementara Zulkarnaen Djabar


Kamis, 11 April 2013 / 14:50 WIB
ILUSTRASI. Beberapa bahan alami bisa Anda jadikan perawatan rambut kering./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/13/06/2011.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Badan Kehormatan DPR RI memutuskan untuk memberhentikan sementara anggota komisi VIII DPR RI Zulkarnaen Djabar dari posisinya sebagai anggota dewan.

Trimedya Panjaitan, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR menyatakan, sanksi diberikan lantaran yang bersangkutan telah berstatus terdakwa dalam kasus dugaan korupsi Al Quran.

“Di dalam rapat paripurna, BK mengumumkan Zulkarnaen Djabar dijatuhi sanksi etika karena terlibat perkara korupsi. Yang bersangkutan diberhentikan sementara,” tegas Trimedya saat menyampaikan laporannya di sidang paripurna DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/4).

Ia bilang, sanksi diambil setelah BK mendapat surat pemberitahuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal status hukum dari Zulkarnaen Djabar.

Trimedya mengatakan, walaupun pemberhentian sementara Zulkarnaen sudah ditetapkan BK, tetapi yang bersangkutan masih bisa menerima gaji pokoknya sebagai anggota DPR RI.

Sementara itu, Fraksi Partai Golkar sebagai fraksi tempat bernaungnya Zulkarnaen Djabar belum berencana melakukan pergantian kepada yang bersangkutan. Hal ini disampaikan oleh sekretaris fraksi Golkar, Ade Komarudin. "Kami masih menunggu keputusan hukum tetap baru menggantikan dia," kata Ade.

Seperti diketahui, Zulkarnen dan putranya Dendy Prasetya kini tengah menjalani masa persidangan terkait kasus dugaan korupsi Al Quran di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Ayah dan anak itu didakwa melakukan tindak pidana korupsi.

Keduanya didakwa bersama-sama menerima hadiah Rp 14,3 miliar dari pihak swasta, terkait proyek pengadaan laboratorium Madrasah Tsanawiyah tahun anggaran 2011, pengadaan Al Quran tahun anggaran 2011, serta pengadaan Al Quran tahun anggaran 2012 di Kementerian Agama. Atas tuduhan ini, keduanya terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Putri Werdiningsih)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×