kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Kementerian Agama usut dugaan korupsi Wamen Agama


Rabu, 30 Januari 2013 / 12:23 WIB
Remon Samora dan Madeleine Hart Filiapuspa,Analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can


JAKARTA. Menteri Agama Suryadharma Ali memperoleh pekerjaan tambahan setelah nama Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar disebut terlibat dalam dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran pada 2011 lalu. Kali ini, Suryadharma akan mengadakan investigasi internal atas dugaan tersebut.

Dia mengatakan, investigasi internal ini untuk mengkonfirmasi keterlibatan Nasaruddin atas dugaan korupsi tersebut. Suryadharma sendiri mengaku tidak mengetahui keterlibatan Nasaruddin tersebut.

Yang pasti, kabar tersebut membuat beban Suryadharma semakin berat. "Saya tentu terbebani karena selaku menteri, saya menginginkan semua proses berjalan dengan baik, sesuai dengan aturan," katanya, Rabu (30/1).

Nasaruddin disebut berperan dalam proyek pengadaan Al Quran yang dimengani PT Adhi Aksara Abadi Indonesia. Dalam dakwaan jaksa terhadap Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya, Nasaruddin yang ketika itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Pembinaan Masyarakat Islam Kementerian Agama diminta memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia.

Menurut jaksa, Nasaruddin juga meminta orang suruhan Zulkarnaen, Fahd El Fouz, bertemu langsung Mashuri. Ketika itu, jaksa bilang Nasaruddin mendesak Mashuri mengubah posisi pemenang lelang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×