kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.143   56,00   0,31%
  • IDX 5.917   -7,58   -0,13%
  • KOMPAS100 772   1,18   0,15%
  • LQ45 590   0,90   0,15%
  • ISSI 203   -0,55   -0,27%
  • IDX30 334   0,62   0,18%
  • IDXHIDIV20 414   1,14   0,28%
  • IDX80 88   0,21   0,24%
  • IDXV30 113   0,37   0,33%
  • IDXQ30 107   0,02   0,02%

Defisit Neraca Transaksi Berjalan Turun Jadi US$ 0,2 Miliar pada Kuartal I 2025


Kamis, 22 Mei 2025 / 11:47 WIB
Defisit Neraca Transaksi Berjalan Turun Jadi US$ 0,2 Miliar pada Kuartal I 2025
ILUSTRASI. Suasana di terminal petikemas pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) mencatatkan defisit sebesar US$ 0,2 miliar pada kuartal I 2025. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/20/08/2018


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) mencatatkan defisit sebesar US$ 0,2 miliar pada kuartal I 2025. Jumlah defisit ini terlihat menurun dibandingkan defisit pada akhir tahun lalu yang tercatat sebesar US$ 1,1 miliar pada Kuartal IV 2024.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indoensia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan, transaksi berjalan mencatat defisit sebesar US$ 0,2 miliar tersebut setara dengan 0,2% dari  produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit US% 1,1 miliar atau setara 0,3% dari PDB pada triwulan IV 2024.

“Defisit transaksi berjalan tetap rendah di tengah perlambatan ekonomi global,” ungkap Denny dalam keterangan resminya, Kamis (20/5).

Baca Juga: Tensi Dagang Mereda, PIER Prediksi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Masih Melebar

Ia melanjutkan, defisit transaksi berjalan ini utamanya disebabkan oleh ekspor nonmigas yang menurun sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan harga komoditas. Namun secara keseluruhan neraca perdagangan barang tetap meningkat disumbang oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas.

Baca Juga: Neraca Pembayaran Indonesia Defisit US$ 0,8 Miliar pada Kuartal I-2025

Adapun impor nonmigas turun lebih dalam khususnya pada kelompok bahan baku dan penolong. 

Di sisi lain, defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi penurunan surplus jasa perjalanan (travel) sejalan dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Defisit neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran imbal hasil investasi portofolio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×